Berita

Kunjungan mantan Presiden Joko Widodo, ke kediaman Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara No. 4, Jakarta Selatan. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Diduga Klarifikasi Ijazah Gibran di Depan Prabowo

MINGGU, 05 OKTOBER 2025 | 19:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Banyak hal yang dilaporkan mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya diduga terkait dengan persoalan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto merespons kunjungan Jokowi ke kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta pada Sabtu 4 Oktober 2025.

"Jokowi selama dua jam menemui Prabowo tentunya banyak hal yang dilaporkan. Tetapi kedatangan Jokowi ke kediaman Prabowo sangatlah berbeda. Pastinya Jokowi melapor bahwa dirinya telah resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy," kata Hari kepada RMOL, Minggu 5 Oktober 2025.


Selain itu, kata Hari, Jokowi bisa juga menemui Prabowo untuk mengklarifikasi terkait perintahnya kepada relawan agar mendukung Prabowo-Gibran kembali maju di Pilpres 2029.

"Sebab pernyataan Jokowi 2 periode bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Prabowo soal 2 periode saat dalam acara penutupan Kongres ke-IV PP Tidar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Sabtu 17 Mei 2025," kata Hari.

Di mana pada saat itu, kata Hari, Prabowo meminta para pendukungnya untuk menyimpan harapan tersebut dalam hati dan menyerahkan keputusan masa jabatan kepada kehendak Yang Maha Kuasa serta dirinya sendiri.

"Selain itu, kekhawatiran Jokowi soal ijazah palsu dirinya dan ijazah Gibran bisa saja Prabowo memanggil dua menteri terkait, tentunya Prabowo membutuhkan semua informasi terkait ijazah wakilnya," kata Hari.

"Bisa saja Prabowo saat mencalonkan maju bersama dalam Pilpres 2024 kemarin ada yang menutupi soal ijazah Gibran. Sehingga informasi dan kebenarannya baru terungkap saat ini dan Jokowi mengklarifikasi dengan menemui Prabowo," sambungnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya