Berita

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina (Foto: Facebook Andry Rajoelina)

Global

22 Pendemo Tewas, Presiden Madagaskar Menolak Mundur

SABTU, 04 OKTOBER 2025 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina menolak mundur dari jabatannya di tengah gelombang protes besar yang ia sebut sebagai upaya kudeta oleh para pesaing politiknya.

Ribuan demonstran turun ke jalan-jalan ibu kota Antananarivo pada Jumat, 3 Oktober 2025, dalam aksi yang hampir terjadi setiap hari. Gerakan yang menamakan diri “Gen Z” ini menuntut Rajoelina mundur karena dianggap gagal menyediakan layanan dasar seperti air dan listrik.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sedikitnya 22 orang telah tewas sejak aksi protes dimulai pada 25 September. Pada Jumat, polisi kembali menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, sebagaimana terlihat dalam rekaman Real TV Madagaskara.


Dalam pidato yang disiarkan di laman Facebook-nya, Rajoelina menyerukan ketenangan dan dialog. “Tidak ada yang diuntungkan dari kehancuran bangsa ini. Saya berdiri di sini, siap mendengarkan dan mencari solusi bagi Madagaskar,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.

Rajoelina juga menuding, tanpa bukti jelas, bahwa beberapa politisi mencoba memanfaatkan situasi untuk merebut kekuasaan. Ia mengklaim ada upaya kudeta yang dirancang ketika dirinya menghadiri sidang Majelis Umum PBB di New York pekan lalu.

“Beberapa orang ingin menghancurkan negara kita,” katanya, tanpa menyebut siapa yang ia maksud.

Gerakan Gen Z menolak tudingan tersebut dan menyebut pidato presiden sebagai “tidak masuk akal”. Mereka memberi waktu 24 jam kepada Rajoelina untuk merespons tuntutan rakyat, atau mereka akan mengambil “segala tindakan yang diperlukan”. 

Rajoelina pertama kali naik ke tampuk kekuasaan lewat kudeta tahun 2009, kemudian terpilih sebagai presiden pada 2018 dan kembali menang dalam pemilu 2023.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya