Berita

Pengamat keuangan dan bisnis di pasar global, Risa Kusumaningrum (Foto: Risa Kusumaningrum)

Bisnis

Shutdown Pemerintah AS Dinilai Minim Dampak ke Indonesia

JUMAT, 03 OKTOBER 2025 | 16:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan pasar global. Meski demikian, pengamat keuangan dan bisnis di pasar global, Risa Kusumaningrum, menilai dampaknya ke Indonesia relatif terbatas karena fundamental ekonomi dalam negeri masih cukup stabil.

Menurut Risa, kebuntuan politik antara Partai Demokrat dan Republik membuat pemerintahan AS harus menghentikan sebagian operasionalnya. Kondisi ini berpotensi menekan cadangan emas Amerika yang saat ini dinilai semakin melemah. Jika berlanjut, Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan menahan peredaran uang atau mengurangi produksi Dolar baru, yang akhirnya bisa berdampak pada suku bunga dan sektor keuangan.

Namun, pasar AS terlihat cukup tenang. Investor Wall Street justru tetap optimistis sehingga bursa masih mencatat penguatan. Di sisi lain, pasar Asia lebih berhati-hati karena khawatir shutdown berlangsung dalam jangka waktu lama.


Bagi Indonesia, situasi ini belum terlalu mengkhawatirkan. “Stabilitas moneter kita masih terjaga. Dolar mungkin akan menguat, tapi Bank Indonesia memiliki instrumen untuk menahannya,” ujar Risa, kepada RMOL di Jakarta, Jumat 3 Oktober 2025.

Ia menambahkan, sektor ekspor utama seperti pakaian, sepatu, dan produk garmen masih bisa masuk ke pasar AS meskipun daya beli masyarakat di sana cenderung melemah.

Sementara, harga emas dunia saat ini berada di kisaran 3.856 Dolar AS per ons, Risa menilai level tersebut menunjukkan pasar emas masih cukup stabil dan bisa menjadi instrumen investasi yang aman di tengah ketidakpastian global.

“Intinya, jangan gegabah. Indonesia masih relatif aman, yang penting kita tetap fokus pada stabilitas, menyiapkan cadangan devisa, dan mendorong masyarakat untuk menabung,” jelasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya