Berita

Daging ayam. (Foto: Dinkominfo Demak)

Bisnis

Celios: Pemerintah Perlu Hitung Ulang Neraca Pangan Nasional

JUMAT, 03 OKTOBER 2025 | 12:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memunculkan efek domino di pasar pangan, khususnya pada komoditas ayam ras. Tren lonjakan harga ayam dalam beberapa waktu terakhir telah menekan rumah tangga berpendapatan rendah. 

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, harga daging ayam ras yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram, kini naik ke atas Rp38 ribu bahkan tembus Rp50 ribu di sejumlah daerah. Data pergerakan bahkan menunjukkan, sejak Juni 2025 harga ayam ras naik 9,3 persen, diikuti ikan kembung 3,2 persen dan telur ayam 2,9 persen. Tiga komoditas utama MBG ini mengalami gejolak harga, sementara pangan lain relatif stabil.

Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menekankan bahwa pemerintah perlu menghitung ulang neraca pangan nasional, imbas kehadiran MBG yang dipasok langsung oleh dapur umum berskala besar dan bekerja sama hanya dengan perusahaan unggas besar.


“Kehadiran MBG membuat kebutuhan pangan meningkat. Ketika sisi penawaran tetap, maka akan terjadi kelebihan permintaan dan dampaknya harga melonjak,” jelasnya dalam keterangannya, dikutip Jumat, 3 Oktober 2025.

Huda menyarankan pemerintah segera melakukan stabilisasi harga, baik dengan menambah stok melalui impor grand parent stock (GPS) ayam ras maupun menata kembali skema permintaan dalam program MBG. 

Peneliti Celios Bakhrul Fikri menilai skema MBG yang berjalan saat ini justru bersifat regresif, dimana harga pangan yang mahal menjadi beban baru bagi rumah tangga kelas menengah ke bawah sementara manfaat ekonomi dan rente terakumulasi pada pemodal besar. 

“Ironi, program MBG bukan hanya menyebabkan keracunan massal, tetapi juga memberi tekanan ekonomi secara sistemik kepada masyarakat kelas menengah ke bawah terutama para pelaku UMKM. Efeknya daya beli dan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga rentan semakin tertekan. Jika ini terus berlanjut, tentu akan menjadi beban fiskal baru bagi pemerintah,” ujarnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya