Berita

Menlu Maroko Nasser Bourita (Foto: MAP)

Global

Perjanjian Baru UE-Maroko Dorong Perdagangan Produk dari Sahara

JUMAT, 03 OKTOBER 2025 | 11:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Maroko dan Uni Eropa (UE) resmi menyepakati amandemen perjanjian pertanian yang menegaskan penerapan tarif preferensial untuk produk-produk dari wilayah Sahara Maroko. 

Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi kedua pihak.

Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita mengumumkan kesepakatan tersebut dalam pernyataannya di Rabat, Jumat, 3 Oktober 2025. Ia menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian akan dilakukan dalam waktu dekat di Brussels, Belgia. 


“Sambil menunggu proses internal diselesaikan, perjanjian ini akan mulai berlaku sementara begitu ditandatangani,” kata Bourita.

Menurut Bourita, amandemen ini memberikan kejelasan terkait penerapan tarif dan sesuai dengan prinsip-prinsip nasional Maroko. Ia menegaskan bahwa perjanjian tersebut memastikan produk dari wilayah selatan, seperti Laayoune-Sakia El Hamra dan Dakhla-Oued Eddahab, mendapat perlakuan pasar yang sama dengan produk dari wilayah utara.

Produk-produk tersebut juga akan mencantumkan label asal yang jelas untuk memberi informasi kepada konsumen.

Perjanjian ini mengingatkan kembali posisi UE pada 2019 yang mengakui keseriusan upaya Maroko dalam mengelola wilayah Sahara. Sejumlah negara anggota UE juga telah menyatakan dukungan terhadap Inisiatif Otonomi Maroko. 

“Perjanjian ini bukan perjanjian politik, tetapi perjanjian sektor pertanian dan perdagangan yang memberikan sinyal kuat dan jelas,” tegas Bourita.

Ia menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Raja Mohammed VI, wilayah Sahara Maroko berkembang pesat menjadi kawasan konektivitas dan pertumbuhan. Sejumlah negara besar menunjukkan minat untuk berinvestasi, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Selain itu, Forum Ekonomi Maroko-Prancis juga dijadwalkan berlangsung di Dakhla pada 9 Oktober mendatang.

Menlu Bourita menambahkan bahwa kesepakatan ini akan memberikan manfaat ekonomi besar, seperti peningkatan kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penciptaan lapangan kerja, terutama di wilayah selatan. 

“Perjanjian ini memperkuat kemitraan strategis yang sudah lama terjalin antara Maroko dan Uni Eropa,” ujarnya.

Ia menutup dengan menyampaikan bahwa kerja sama ini menunjukkan hubungan erat dan saling percaya antara Maroko dan UE. 

“Di tengah situasi regional yang kompleks, kemajuan ini memungkinkan kedua pihak menatap masa depan dengan percaya diri dan membangun kemitraan yang lebih mendalam,” pungkas Bourita.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya