Berita

Ilustrasi

Politik

Program MBG Bikin Harga Daging Ayam Meroket

KAMIS, 02 OKTOBER 2025 | 21:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyebabkan harga daging ayam di pasar terus melonjak tinggi. 

Sejak program tersebut dijalankan, kebutuhan ayam untuk jutaan porsi setiap harinya dipasok langsung oleh dapur umum berskala besar yang bekerja sama dengan perusahaan unggas besar. Alhasil, stok ayam di pasar tradisional menipis dan harganya ikut meroket.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, harga daging ayam ras yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram, kini naik ke Rp38 ribu bahkan tembus Rp50 ribu di sejumlah daerah. 


Data pergerakan bahkan menunjukkan, sejak Juni 2025 harga ayam ras naik 9,3 persen, diikuti ikan kembung 3,2 persen dan telur ayam 2,9 persen. Tiga komoditas utama MBG ini mengalami gejolak harga, sementara pangan lain relatif stabil.

Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Wahyudi Askar, menilai skema MBG yang tersentralisasi di dapur umum dan peternak besar membuat pedagang pasar tradisional dan peternak kecil tersisih. 

“Peternak ayam dan pedagang ayam di pasar tradisional sulit masuk ke rantai pasok MBG karena tidak bisa memenuhi volume dan standar kualitas. Skema MBG yang kini bertumpu pada dapur umum berskala besar harus segera dihentikan,” katanya dalam keterangan tertulis, pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Menurutnya, jika MBG dilanjutkan, pengelolaan program makan gratis seharusnya dikembalikan ke sekolah yang bekerja sama dengan kelompok masyarakat, dan komunitas kecil di desa atau lingkungan RT. Dengan cara ini, pengadaan bahan pangan dapat melibatkan pedagang lokal, peternak rakyat, serta UMKM di sekitar sekolah.

“Kalau sekarang, uangnya berputar di pemain besar, dan dinikmati pengelola dapur besar yang bermodal. Kalau masih seperti skema sekarang, lebih baik MBG di stop saja” jelasnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menyoroti potensi kanibalisme permintaan antara dapur MBG dan pedagang pasar tradisional yang bisa memicu inflasi. 

“Kemenko Pangan harus segera bicara dengan BGN agar persaingan bahan pangan dengan dapur MBG bisa dihentikan. Mandat menjaga ketahanan pangan dengan cara yang salah, justru memicu inflasi yang merugikan semua pihak,” katanya.

Dampaknya, banyak pedagang ayam potong di pasar tradisional kehilangan pelanggan tetap. Sementara rumah tangga berpendapatan rendah terpaksa mengurangi konsumsi protein karena harga semakin mahal. 

Bhima menegaskan, tekanan harga dan konsentrasi pasok di dapur besar justru memperdalam ketimpangan.

“Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya menimbulkan inflasi pangan, tetapi juga memperdalam ketimpangan antara pemain besar dan kecil,” tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya