Berita

Pedagang beras di pasar tradisional. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Beras Catat Deflasi Pertama Sejak 2021

KAMIS, 02 OKTOBER 2025 | 13:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Harga beras mencatat deflasi pertama setelah empat tahun berturut menjadi pemicu inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada September 2025 terjadi deflasi beras pertama sejak 2021 lalu sebesar 0,13 persen.

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, menyebut kondisi ini sebagai sebuah anomali positif. Menurutnya, tren penurunan harga dipengaruhi tiga faktor Utama, yaitu panen Gadu yang memperbesar pasokan gabah, penggilingan yang masih memanfaatkan stok lama, serta melimpahnya pasokan beras di pasar.

“Deflasi beras kali ini bukan kebetulan. Pasokan gabah dari panen gadu meningkat, penggilingan mengolah stok yang tersedia, dan harga beras akhirnya turun di semua level, dari penggilingan, grosir, hingga eceran,” kata Habibullah dalam keteranganya, Rabu 1 Oktober 2025.


Data BPS menunjukkan, harga beras premium di tingkat penggilingan turun 0,72 persen menjadi Rp13.739 per kilogram. Beras medium terkoreksi 0,54 persen ke Rp13.386 per kilogram, sementara beras submedium turun 0,31 persen menjadi Rp13.278 per kilogram.

Koreksi harga ini selaras dengan proyeksi produksi beras yang meningkat tajam. Hasil Kerangka Sampel Area (KSA) BPS memperkirakan produksi Januari–November 2025 menembus 33,19 juta ton, naik 12,62 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 29,47 juta ton. Angka tersebut bahkan sudah melampaui total produksi sepanjang 2024 yang tercatat 30,34 juta ton. Habibullah menegaskan, posisi ketersediaan beras nasional saat ini aman. 

“Beras bukan lagi faktor pendorong inflasi, melainkan penopang stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah tidak akan membuka keran impor beras di tahun ini.

"Insyaallah tidak ada impor karena stok kita banyak," ucapnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya