Berita

Presiden Prabowo Subianto saat pidato di Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Foto: YouTube Sekretariat Kabinet)

Politik

Prabowo Pilih Hadir ke PKS Ketimbang PPP karena Tidak Ingin Cawe-cawe

RABU, 01 OKTOBER 2025 | 11:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah Presiden Prabowo Subianto lebih memilih menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI PKS ketimbang Muktamar X PPP, sangat beralasan.

“Pertama, PKS bagian dari partai pendukung pemerintah. Karena itu, Prabowo punya kepentingan untuk menghadiri acara PKS,” kata Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga kepada RMOL, Rabu, 1 Oktober 2025. 

Menurut Jamiluddin, Prabowo tentu ingin PKS tetap solid bersamanya, setidaknya hingga 2029. Soliditas partai pendukung diperlukan Prabowo untuk memudahkan mewujudkan Asta Cita.


“Jadi, sangat beralasan bila Prabowo mendahulukan PKS daripada PPP. Kehadiran Prabowo di acara PKS, setidaknya akan membuat PKS lebih loyal kepada Prabowo,” ujarnya.

Di sisi lain, Jamiluddin menilai langkah Prabowo sudah tepat tidak menghadiri muktamar PPP. Sebab, bila Prabowo hadir di muktamar yang berakhir kisruh itu akan berdampak negatif padanya. Prabowo, menurut Jamiluddin, bisa saja akan dituduh terlibat dalam kisruh di PPP. Bahkan muktamar yang menghasilkan dualisme kepemimpinan itu bisa saja dituding karena ada peran  pemerintah. 

Atas dasar itu, kata Jamiluddin, dengan Prabowo tidak menghadiri Muktamar PPP, berarti ia bisa terbebas dari berbagai tuduhan negatif. Prabowo tetap dalam posiai netral terkait kisruh PPP.

“Jadi, Prabowo ingin memberi kesan ia tidak mau cawe-cawe di internal partai, termasuk di PPP. Prabowo ingin memberi pesan selama ia jadi presiden semua partai akan independen, termasuk dalam memilih pemimpinnya,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya