Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Pasar Saham Eropa Menghijau Saat Investor Pantau Risiko Shutdown AS

RABU, 01 OKTOBER 2025 | 07:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa berakhir di area hijau, di tengah kecemasan investor pada potensi  dampak penutupan pemerintahan (government shutdown) Amerika Serikat terhadap pasar keuangan global.

Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan penutupan pemerintahan sangat mungkin terjadi akibat mandeknya pembahasan anggaran dengan Partai Demokrat. Kondisi tersebut berpotensi menunda rilis data tenaga kerja non-farm payrolls yang dijadwalkan akhir pekan ini, salah satu indikator utama kesehatan ekonomi Amerika dan acuan penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 menguat 0,48 persen atau 2,65 poin menjadi 558,18 pada penutupan perdagangan Selasa 30 September 2025 Waktu setempat. Indeks FTSE 100 Inggris ditutup menguat 0,54 persen atau 50,59 poin menjadi 9.350,43. Indeks DAX Jerman meningkat 0,57 persen atau 135,66 poin menjadi 23.880,72. Sedangkan CAC Prancis bertambah 0,19 persen atau 15,07 poin ke posisi 7.895,94.


Sebagian besar sektor menguat, namun saham sector energi tergelincir 1,6 persen, penurunan harian terbesar dalam lebih dari tiga pekan. Saham TotalEnergies Prancis dan BP Inggris masing-masing jatuh lebih dari 1 persen. Sektor otomotif melemah 0,4 persen, sementara pariwisata dan leisure turun 0,3 persen.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menegaskan bahwa perekonomian zona euro mampu menghadapi tarif Amerika lebih baik dari perkiraan, dengan risiko inflasi yang masih "cukup terkendali".

Saham Lufthansa merosot 7,1 persen, menghentikan reli lima sesi, setelah serikat pilot VC menyetujui rencana mogok terkait perselisihan pensiun. Saham Puma naik 4,6 persen usai mendapat peningkatan peringkat dari BNP Paribas Exane.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya