Berita

Demonstrasi di depan Gedung Kementerian Haji dan Umrah Jakarta, Selasa, 30 September 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

Nusantara

Kementerian Haji Didemo terkait Dugaan Monopoli Tender

SELASA, 30 SEPTEMBER 2025 | 15:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Massa mengatasnamakan Masyarakat Pemerhati Haji (MPH) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jakarta, Selasa, 30 September 2025. Dalam aksinya, massa menyuarakan soal proses tender kuota haji tahun 2026.

"Dalam temuan kami, kami menilai ada unsur kesengajaan secara struktural yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah terkait monopoli perusahaan dengan satu individu yang sama," kata Koordinator Masyarakat Pemerhati Haji, Ali.

Ali mengurai, investigasi MPH di tahun 2025 menyebut Kemenag memutuskan dua syarikah haji asal Arab Saudi milik satu individu yang sama melayani jemaah haji reguler. Pengumuman tender ini disebut dilakukan di luar jam kerja pada pukul 01.00 WIB. 


"Ini bagian dari bentuk pemufakatan jahat atau kejahatan yang direncanakan oleh pemerintah di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah," tegas Ali.

Ali menyebut, dua perusahaan pemenang tender diduga memonopoli urusan penyelenggaraan haji. Hal ini pun bertentangan dan melanggar UU 8/2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. 

Untuk itu, MPH mendesak Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah konkret menindaklanjuti dugaan monopoli perusahaan pemenang tender dalam layanan umum jemaah haji. 

"Telah terkonfirmasi bahwa perusahaan tersebut diduga kuat menang tender lagi di tahun 2026 terkait masyair atau layanan umum bagi jemaah haji," pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya