Berita

Delpedro Marhaen berbincang dengan Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Selasa, 9 September 2025. (Foto: Humas Kemenko Kumham dan Imipas)

Publika

Bebaskan Delpedro Marhaen Dkk Sekarang!

SELASA, 30 SEPTEMBER 2025 | 01:33 WIB

PENAHANAN aktivis HAM dan demokrasi Delpedro Marhaen dkk beserta 952 orang demonstran lainya terus mendapat protes keras dari masyarakat. Mereka ditahan karena berdemonstrasi untuk menyuarakan aspirasi.

Padahal hukumnya sangat jelas, aspirasi individu bebas sangat penting dalam hidup berdemokrasi. Menghegemoni, mengintimidasi atau bahkan mengkriminalisasi keberanian individu di dalam ruang demokrasi itu sama dengan telah menghancurkan konstruksi demokrasi. Tidak mendengarkan aspirasi dan apalagi mengekang dan membungkam  aspirasi dan kebebasan itu jelas anti demokrasi.  

Delpedro dkk adalah kader kader bangsa sejati yang dengan gigih selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak. Terutama masyarakat kecil. Mereka adalah pembela hak asasi manusia, keadilan dan demokrasi. 


Mereka tentu tidak pernah takut dengan segala macam ancaman. Termasuk ancaman serius terhadap keselamatan jiwa mereka. Saya pun yakin, jeruji besi tahanan tak akan membuat mereka gentar dan jera.  

Menahan mereka karena alasan tak berdasar secara hukum itu tentu hanya  akan menjadi pemompa bagi kegigihan mereka dan seluruh pejuang muda lainya untuk melawan rezim yang lalim. Mereka adalah pejuang pejuang muda yang paripurna. 

Demonstrasi besar yang terjadi beberapa waktu lalu sesungguhnya adalah lonceng peringatan besar bahwa negeri ini tidak sedang dalam kondisi baik baik saja. Sebuah peringatan keras agar rezim ini segera berganti haluan. Keluar dari sistem lama yang koruptif, menipu, dan menindas. 

Delpedro dkk adalah representasi suara rakyat. Tindakan mereka adalah sebuah manifestasi kedaulatan rakyat. Mereka tidak hanya memberikan kritik keras terhadap perilaku, tapi menyuarakan aspirasi keadilan dan hak hak warga yang terbungkam. 

Negara ini menganut dasar demokrasi yang kokoh. Kedaulatan negara ini, kuasa absolut negara ini, adalah ada di tangan rakyat. Melawan aspirasi rakyat berarti adalah tindakan inkonstitusional. Sebagai pelanggaran serius terhadap pemilik kekuasaan sejati negara ini. 

Delpedro dkk adalah pejuang  kemerdekaan kita. Kemerdekaan yang bukan sekadar bebas dari kolonialisme politik, melainkan kebebasan hakiki. Kemerdekaan yang berasal dari titik kulminasi dari kesadaran tertinggi manusia. 

Delpedro dkk adalah pejuang pejuang muda yang  selalu perjuangkan nasib mereka yang terpinggirkan dari akses sosial ekonomi, kebebasan berekspresi yang terancam oleh ketakutan akan jeratan hukum yang lentur. Mereka adalah pejuang konstitusional rakyat agar mendapatkan hak-hak dasar warga negara: hak hidup layak, hak berpendapat, hak berserikat, hak mendapatkan pendidikan, hingga hak atas keadilan sosial. 

Saya tahu anak anak muda itu, mereka bukan partisan murahan yang mengikuti model polarisasi politik dan asal asalan mengeluarkan ujaran kebencian, dan diskriminasi berbasis identitas. Mereka adalah pejuang nyata dalam kebijakan publik yang berpihak pada mereka yang paling lemah.

Mereka adalah pejuang  kemerdekaan  spiritual, yang menyediakan diri untuk selalu peduli, untuk berpihak pada yang tertindas, yang diperas, dan yang dipinggirkan. Mereka adalah pemilik keberanian untuk memperjuangkan kepentingan publik. Mereka tidak hanya melawan rezim yang lalim, melainkan karena terdorong oleh rasa keadilan yang menuntut kemerdekaan bagi semua. 

Kepedulian mereka ditunjukkan pada sikap tanpa kompromi akan korupsi yang merajalela, ketimpangan sosial-ekonomi yang makin melebar, serta maraknya eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan untuk penuhi nafsu kekuasaan dan kerakusan. Mereka adalah proklamator kemerdekaan substantif! agar bangsa ini terus memelihara kesadaran kebebasan dalam kehidupan sehari-hari.  Keluar dari sikap apatis sebagai warga yang mulai  kehilangan kepedulian sosial.

Mereka adalah anak anak muda yang memerdekakan pikiran dari belenggu kebodohan, memerdekakan hati dari kebencian, dan memerdekakan masyarakat dari praktik ketidakadilan. Merdeka yang bukan sekadar kata yang dipekikkan, melainkan kesadaran yang dihidupi. Mereka adalah pewaris para pendiri republik ini sesungguhnya. Bebaskan segera Delpedro Marhaen dkk sekarang!

Suroto
Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES)


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya