Berita

Kapusjianmar Seskoal Laksma TNI Salim (ketiga dari kanan) bersama mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Pertahanan

Kapusjianmar Seskoal Beri Wawasan Maritime Power ke Mahasiswa Unair

SENIN, 29 SEPTEMBER 2025 | 09:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kepala Pusat Kajian Maritim Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Kapusjianmar Seskoal) Laksamana Pertama (Laksma) Salim M.Phil memberikan kuliah umum bertema pembangunan kekuatan maritim (maritime power) di Kampus B, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya beberapa waktu lalu. 

Kegiatan perkuliahan yang dibuka Dekan FISIP Unair Dr. Muttaqin itu merupakan hasil kerja sama dengan Cakra Studi Global Strategis. Bertindak sebagai moderator dalam kuliah umum tersebut yakni Dr. Probo Darono Yakti.

“Kegiatan perkuliahan ini harapannya dapat membangun kesadaran kritis mengenai pembangunan dan pertahanan maritim. Saat ini visi tersebut sepertinya hilang dari visi negara Indonesia,” kata Salim dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 29 September 2025.


Lanjut jebolan AAL 1995 ini, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan begitu, perlu memetakan arah strategi kelautan Indonesia di masa depan. 

“Belajar dari serangan rudal Iran ke Israel serta dihadapkan pada peperangan modern atau hybrid warfare yang bisa meluluhlantakan sebuah negara dalam waktu sekejap apakah masih relevan doktrin Sishankamrata saat ini? Kita harus terus mengkaji dan menganalisa strategi pertahanan negara yang tepat, khususnya Indonesia sebagai negara kepulauan serta turunan-turunan strategi pada level strategis, operasional dan taktis,” bebernya.

Penulis buku ‘Kodrat Maritim Nusantara’ ini mengungkapkan visi pembangunan dan pertahanan maritim Indonesia sekarang menghadapi hambatan struktural yang tidak sederhana. 

“Lemahnya integrasi kelembagaan maritim, keterbatasan kapasitas infrastruktur pelabuhan dan logistik, hingga minimnya alokasi anggaran pertahanan laut menjadi faktor penghambat utama,” jelas dia. 

Mengutip pemikir maritim dunia AT. Mahan, Salim mengupas teori pembangunan kekuatan maritim membutuhkan style of government dan character of the people yang memadai. 

“Jadi pemerintah dan rakyat harus memiliki visi dan budaya maritim. Selain itu, masalah klasik seperti illegal fishing, eksploitasi sumber daya laut tanpa kendali, dan kejahatan lintas negara di perairan menambah kompleksitas tantangan. Semua ini menimbulkan pertanyaan mendasar, sejauh mana visi pemerintah benar-benar terwujud dalam kebijakan maritim yang nyata?” tegasnya.

Perkuliahan yang berlangsung selama 3 jam tersebut sangat menggugah semangat para mahasiswa. Mereka antusias dalam melontarkan pertanyaan.

Masih kata Salim, perkuliahan ini juga memotivasi mahasiswa menjaga national dignity dan menemukan sebuah konsep maupun strategi pembangunan serta pertahanan maritim yang telah lama terkubur di negeri ini. 

“Pada akhirnya, forum akademik ini bukan hanya ruang belajar, melainkan juga kontribusi nyata Program Studi Hubungan Internasional Unair dalam mendukung pengembangan pemikiran strategis bangsa di bidang kemaritiman,” pungkas dia.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya