Berita

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail/RMOLJabar

Nusantara

Status KLB Keracunan Massal MBG di Bandung Barat Dicabut

MINGGU, 28 SEPTEMBER 2025 | 05:25 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, resmi mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait kasus keracunan massal ribuan siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan ini diambil setelah tidak ditemukan lagi kasus baru sejak Kamis 25 September 2025.

"Menimbang angka kesembuhan pasien, serta tidak ditemukannya kasus baru maka status KLB resmi kami hentikan," kata Jeje di Ngamprah, Sabtu 27 September 2025.

Kasus keracunan massal ini bermula pada Senin 22 September 2025, ketika belasan siswa SMK Pembangunan Bandung Barat dilarikan ke Puskesmas Cipongkor usai mengonsumsi paket MBG. Seiring waktu, korban terus bertambah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP/MTs, hingga SMA/sederajat.


Gelombang keracunan kembali terjadi pada Rabu 24 September 2025, dengan jumlah korban yang jauh lebih banyak. Peristiwa itu berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Neglasari, Cipongkor, dan SPPG Neglasari, Kecamatan Cihampelas. Korban tidak hanya siswa, tetapi juga guru, orang tua, bahkan ibu menyusui.

"Peristiwa ini melibatkan tiga SPPG, yaitu dua dapur di Cipongkor dan satu dapur di Cihampelas. Saat ini ketiga dapur tersebut masih ditutup sementara untuk kepentingan investigasi," kata Jeje dikutip dari RMOLJabar.

Pemkab Bandung Barat, kata Jeje, telah mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tiga dapur SPPG yang bermasalah.

Berdasarkan data terakhir, total korban keracunan mencapai 1.315 orang. Seluruhnya dinyatakan sembuh, kecuali 74 orang yang masih menjalani perawatan di Posko Kesehatan Cipongkor, Puskesmas Cihampelas, dan RSUD Cililin.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya