Berita

Kepala KSP yang baru, Muhammad Qodari (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Mengenal Qodari Pengamat Politik yang Jabat Kepala KSP

RABU, 17 SEPTEMBER 2025 | 20:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Karir Muhammad Qodari atau akrab disapa M Qodari akhirnya berujung di jantung kekuasaan. Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 17 September 2025, resmi melantiknya sebagai Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) menggantikan Letnan Jenderal (Purn) Anto Mukti Putranto.

Qodari, yang selama ini lebih dikenal sebagai peneliti, analis politik, sekaligus pendiri lembaga survei, kini duduk di kursi strategis yang menjadi simpul komunikasi istana. 

Lahir di Palembang pada 15 Oktober 1973, Qodari sudah lama akrab dengan dunia ide dan penelitian. Alumni Psikologi Sosial Universitas Indonesia ini melanjutkan pendidikan ke University of Essex, Inggris, mengambil kajian perilaku politik, lalu meraih gelar doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat sangat memuaskan. 


Disertasinya mengupas perilaku pemilih dalam Pemilu 2014—kajian yang kini seakan menemukan relevansinya ketika ia berada di lingkaran terdekat presiden.

Jejak karier profesionalnya pun terentang luas. Dari peneliti di ISAI dan CSIS, hingga direktur riset di Lembaga Survei Indonesia (LSI). 

Pada 2006, ia mendirikan Indo Barometer, lembaga survei independen yang menjadikannya salah satu wajah paling dikenal dalam diskursus politik nasional.

Popularitas Qodari kian mencuat ketika ia aktif sebagai pengamat politik yang vokal dan belakangan ikut mendorong gagasan kontroversial lewat gerakan Jokowi-Prabowo (Jokpro). Dari sinilah namanya makin akrab di telinga publik, sekaligus membawanya lebih dekat ke lingkaran kekuasaan.

Kini, Qodari bukan lagi sekadar peneliti yang membaca peta politik dari luar pagar Istana. Dengan bekal pengalaman akademik dan riset politik bertahun-tahun, publik kini menanti bagaimana Qodari menerjemahkan visi ilmiahnya menjadi kebijakan nyata di lingkaran Presiden.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya