Berita

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Zulhas Pertanyakan Kebijakan KPU Rahasiakan Data Capres-Cawapres

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 16:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan tanggapan terkait keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menetapkan sejumlah dokumen persyaratan calon presiden dan calon wakil presiden sebagai informasi tertutup.

Kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 16 September 2025, Zulhas mempertanyakan kebijakan KPU untuk merahasiakan data tersebut. 

Menurutnya, publik berhak mendapatkan akses atas informasi yang berkaitan dengan pemimpin negara.


“Memang ada yang rahasia? Ya, setahu saya ada hak publik untuk mengetahui informasi itu. Ya seperti di Menko Pangan, kan Anda boleh tahu apa saja, silakan,” kata Ketua Umum PAN itu kepada wartawan.

KPU sebelumnya mengeluarkan Keputusan (PKPU) Nomor 731 Tahun 2025 tentang Penetapan Dokumen Persyaratan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, yang berlaku sejak 21 Agustus 2025.

Dalam aturan itu, sebanyak 16 dokumen pribadi capres-cawapres ditetapkan sebagai informasi yang tidak dapat diakses publik. 

Di antaranya meliputi fotokopi KTP dan akta kelahiran, surat keterangan catatan kepolisian, laporan harta kekayaan ke KPK, riwayat hidup, hingga bukti kelulusan pendidikan.

Ketua KPU RI Afifuddin menjelaskan, keputusan ini merujuk pada Pasal 27 ayat (1) PKPU Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik, sebagaimana telah diubah menjadi PKPU 11/2024.

“Berdasarkan Keputusan KPU 731/2025 tersebut, telah ditetapkan beberapa informasi dokumen persyaratan calon presiden dan wakil presiden yang dikecualikan dalam jangka waktu 5 tahun, kecuali pihak yang bersangkutan memberikan persetujuan tertulis,” jelas Afifuddin, Senin (15/9).

Ia menambahkan, kebijakan ini juga berlandaskan Pasal 2 ayat (4) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Aturan itu memperbolehkan adanya pengecualian informasi publik yang dianggap rahasia demi kepatutan dan kepentingan umum.

“Setelah dipertimbangkan dengan saksama, menutup informasi publik dapat melindungi kepentingan yang lebih besar daripada membukanya, atau sebaliknya,” tambah Afif.

Namun pada hari ini, Selasa, 16 September 2025, Afif resmi membatalkan Keputusan KPU RI Nomor 731 Tahun 2025 tersebut setelah mendapat banyak masukan hingga kritik dari publik terkait keputusan yang pihaknya ambil.

"Akhirnya kami secara kelembagaan memutuskan membatalkan keputusan KPU Nomor 731 Tahun 2025 tentang Penetapan Dokumen Persyaratan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Sebagai Informasi Publik yang Dikecualikan KPU," kata dia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya