Berita

Panser Anoa di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Tentara Tetap Jaga Gedung DPR sampai Benar-benar Kondusif

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 13:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Prajurit TNI akan tetap disiagakan di Gedung DPR RI selama kondusivitas belum terjadi seutuhnya pasca demonstrasi yang berujung kerusuhan pada 25 - 31 Agustus 2025. 

Begitu disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 16 September 2025. 

“Jadi, TNI akan menjaga simbol kedaulatan negara di DPR, jadi saya sudah menyetujui, dan Panglima akan menindak lanjuti bersama para kepala staf bahwa instalasi DPR akan dijaga oleh TNI sampai dengan, tadi katanya kondusif, (sampai) lebih kondusif lagi,” ungkap Sjafrie. 


Saat ditanya apakah situasi saat ini belum kondusif sepenuhnya, Sjafrie menegaskan bahwa pada prinsipnya TNI selalu siaga dan siap jika diperlukan.

“Ya, terserah penilaian situasi, kalau memang diperlukan kita harus ada di tengah-tengah rakyat,” tegasnya. 

Mengenai apakah penerjunan prajurit TNI di DPR juga akan diberlakukan di lembaga-lembaga tinggi negara lainnya, Sjafrie menyatakan bahwa jika ada lembaga negara yang memerlukan pengamanan maka TNI siaga. 

“Ya instalasi-instalasi pemerintah yang perlu mendapat perhatian yang berhubungan dengan kedaulatan kita jaga semuanya,” tuturnya. 

Namun yang pasti, kata Sjafrie, parameter kategori kondusif itu dapat dilihat dari aspek keamanan dan kenyamanan rakyat Indonesia. 

“Supaya rakyat bisa aman dan nyaman bekerja,” ujarnya. 

Lebih jauh, ditanya kondisi saat ini, Sjafrie kembali menegaskan bahwa pihaknya selalu mengedepankan dialogis dan melakukan pembinaan teritorial.

“Ya, tidak perlu ada penindakan, yang penting komunikasi. Kita punya satu sistem komunikasi sosial, pembinaan teritorial ini akan kita kerjakan,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya