Berita

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Ini Empat Rekomendasi Fahira Idris terkait Paket Ekonomi 8+4+5

SELASA, 16 SEPTEMBER 2025 | 12:21 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Paket stimulus ekonomi 8+4+5 yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto diharapkan menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli, menciptakan lapangan kerja, serta memberi dukungan pada kelompok pekerja dan pelaku usaha kecil.

“Harapan terbesar kita adalah memastikan efektivitas paket stimulus ekonomi mampu menghadirkan dampak langsung dan berkelanjutan bagi rakyat," kata Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris melalui keterangan elektronik, Selasa 16  September 2025.

Ragam stimulus ekonomi yang telah dilancarkan ini, mulai dari bantuan pangan, magang, padat karya, hingga penguatan UMKM, menandakan pemerintah berkomitmen hadir di sisi rakyat dalam menghadapi tantangan ekonomi yang nyata.


Senator Jakarta ini mengungkapkan, agar paket stimulus ekonomi ini benar-benar menjadi instrumen ekonomi kerakyatan, setidaknya terdapat empat hal mendasar yang patut mendapat perhatian.

Pertama, ketepatan sasaran berbasis data harus menjadi fondasi. Selama ini, persoalan klasik bantuan pemerintah adalah tidak sinkronnya data penerima. Stimulus pangan, subsidi iuran, atau program padat karya harus ditopang dengan pemutakhiran data terpadu yang bisa diakses lintas kementerian dan pemerintah daerah. Dengan begitu, manfaat program benar-benar sampai ke masyarakat yang tepat, pekerja informal, dan UMKM yang membutuhkan.

Kedua, program penciptaan kerja harus diarahkan pada keberlanjutan dan peningkatan produktivitas, bukan sekadar pekerjaan sementara. Magang untuk lulusan baru, padat karya, hingga program koperasi desa seharusnya menjadi pintu masuk ke ekosistem kerja yang permanen. 

“Pemerintah bisa memastikan adanya link and match dengan sektor industri lokal dan koperasi, sehingga pengalaman kerja tidak berhenti di enam bulan, tetapi berlanjut pada kesempatan kerja jangka panjang,” kata Fahira.

Ketiga, menurut Fahira, pemerintah perlu memperkuat peran daerah dan komunitas lokal. Banyak dari program 8+4+5, seperti revitalisasi tambak, modernisasi kapal nelayan, atau perkebunan rakyat, hanya akan efektif jika dikelola bersama masyarakat lokal. Koperasi desa dan kelompok tani/nelayan seharusnya ditempatkan sebagai motor penggerak, bukan sekadar penerima pasif proyek. Pendekatan berbasis komunitas ini juga akan memperkuat rasa memiliki, sekaligus menekan kebocoran anggaran.

Keempat, transparansi dan akuntabilitas harus dijaga melalui publikasi data penerima manfaat, evaluasi independen, serta komunikasi kebijakan yang terbuka. Masyarakat perlu tahu, misalnya berapa nelayan yang kapal dan tambaknya yang direvitalisasi, serta bagaimana realisasi lapangan kerja tercipta. Keterbukaan semacam ini akan membangun kepercayaan publik.

“Kita semua berharap, paket stimulus ekonomi 8+4+5 ini dapat menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi kerakyatan," pungkas Fahira.




Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya