Berita

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: RMOL/Raiza Andini)

Politik

Menteri Komdigi:

Publik Perlu Tahu Progres Program Pemerintah

SENIN, 15 SEPTEMBER 2025 | 16:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menanggapi keluhan masyarakat terkait penayangan video capaian program Presiden Prabowo Subianto di layar bioskop jelang pemutaran film di bioskop.

Video singkat tersebut berisi narasi, data pencapaian, serta potongan pernyataan Presiden Prabowo, dan langsung viral di media sosial sepanjang akhir pekan.

Meutya mengatakan, tayangan kinerja pemerintah di bioskop itu sebagai bentuk transparansi yang harus dilihat publik.


“Prinsipnya komunikasi publik harus dijalankan dalam berbagai ruang, beragam ruang. Kita juga melihat ini dalam bentuk transparansi publik,” kata Meutya di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 15 September 2025.

Kata Meutya, masyarakat perlu mengetahui apa saja yang dikerjakan pemerintah saat ini. Menurutnya, hal itu menjadi bagian dari komunikasi pemerintah ke masyarakat.

“Publik harus tahu program-program sudah berjalan, apa yang sudah berjalan, kemudian juga bagaimana pelaksanaannya,” kata Meutya.

Disinggung mengenai tayangan tersebut merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto, Meutya menegaskan bahwa program tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak istana.

“Tidak hanya Komdigi tapi bekerja sama dengan PCO (Kantor Komunikasi Kepresidenan) dan juga teman-teman lain untuk melakukan penyampaian dan juga transparansi informasi dari program-program pemerintah,” tutup Meutya.

Dalam video tayangan di bioskop itu ditampilkan sederet capaian, antara lain: Produksi beras nasional mencapai 21,76 juta ton hingga Agustus 2025.

Berikutnya 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif beroperasi, 80 ribu kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih diluncurkan, 100 Sekolah Rakyat sudah berdiri, Program Makan Bergizi Gratis menjangkau 20 juta penerima manfaat sejak 6 Januari 2025.

Setelah cuplikan berakhir, layar bioskop menayangkan imbauan larangan merekam film. Barulah pemutaran film utama dimulai.  

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya