Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelegence)

Bisnis

Dolar AS Naik Tipis Tertekan Data Ekonomi

SABTU, 13 SEPTEMBER 2025 | 08:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar Amerika Serikat (AS) di pasar uang New York menguat tipis, setelah sebelumnya melemah akibat lonjakan klaim pengangguran AS dan kenaikan inflasi. 

Analis mengungkapkan, penguatan pada Jumat 12 September 2025 waktu setempat itu lebih terkait dengan penyesuaian posisi menjelang akhir pekan.

Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,1 persen ke 97,69, tetapi tetap berada di jalur untuk mencatat penurunan mingguan. 


Terhadap Yen, Dolar AS menguat 0,2 persen menjadi 147,53 Yen, mencatat kenaikan tiga pekan berturut-turut. 

Mata uang ini sempat menguat pada awal perdagangan Jumat setelah pernyataan bersama AS-Jepang menegaskan nilai tukar harus ditentukan pasar dan bahwa volatilitas berlebihan maupun pergerakan yang tidak tertib dianggap tidak diinginkan.

Data ekonomi AS memberi tekanan tambahan pada Dolar, dengan sentimen konsumen Universitas Michigan turun ke level terendah sejak Mei (55,4) dan klaim pengangguran melonjak tajam, meski inflasi Agustus sesuai ekspektasi.

Universitas Michigan pada Jumat melaporkan indeks sentimen konsumen turun menjadi 55,4 bulan ini, terendah sejak Mei, dari 58,2 pada Agustus. 

Sehari sebelumnya, data menunjukkan lonjakan terbesar dalam empat tahun pada jumlah warga AS yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran. Hal itu menutupi data inflasi konsumen AS bulan Agustus yang menunjukkan harga naik dengan laju tercepat dalam tujuh bulan, meski masih moderat dan sesuai ekspektasi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 4,9 basis poin menjadi 4,06 persen. 

Pada Kamis, imbal hasil sempat turun di bawah 4 persen untuk pertama kalinya sejak April.

Terhadap Euro, Dolar AS tetap stabil. Terakhir, Euro berada di level 1,1736 Dolar AS sehari setelah menguat, karena pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi kurang dari 50 persen.

ECB mempertahankan suku bunga acuan di level 2 persen saat situasi Prancis tengah bergejolak. Fitch Ratings bahkan diperkirakan akan memberikan penurunan penilaian terhadap kondisi fiskal Prancis, menyusul mosi percaya pada 8 September.

Pound sterling stabil di 1,3564 Dolar AS setelah data menunjukkan ekonomi Inggris stagnan pada Juli. 

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya