Berita

Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Prof. Didin S. Damanhuri. (Foto: Dokumen pribadi Prof Didin)

Politik

Purbaya Diminta Bikin Terobosan Nyata sebagai Menkeu

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2025 | 13:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Usai dilantik menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, langsung mendapat sorotan publik. Masyarakat seolah tak sabar melihat kemampuan Purbaya untuk membuat terobosan.

Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO), Prof. Didin S. Damanhuri mengatakan, Purbaya harus membuktikan kepada publik bahwa ia mampu mengemban tugas sebagai Menkeu.

Prof. Didin mengaku, ia menyoroti respon publik kepada Purbaya yang dalam beberapa jam setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, di Istana Presiden Jakarta, pada Senin, 8 September 2025, sudah menuai beragam masukan dan kritikan.


"Kita menunggu terobosan positif dari Menkeu baru, untuk menutup distrust publik akibat pernyataan blunder di awal jabatannya,” ujar Prof. Didin dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 12 September 2025.
 
Dia memandang, masih ada proses adaptasi pergantian jabatan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa yang memunculkan beragam reaksi publik terkait pernyataan awal Purbaya dalam menanggapi tuntutan 17+8.

"Menurut saya, hal ini wajar karena beliau belum pernah menjadi menteri. Padahal, posisi menteri bukan sekadar jabatan teknokrat, melainkan juga politis," tuturnya. 

Kendati begitu, Prof. Didin menilai seharusnya seorang Menkeu bisa meramu profesionalitas akademis dan praktis dengan kepekaan terhadap aspirasi rakyat.

Terlebih, katanya, latar belakang Purbaya sebagai insinyur membuat pendekatannya cenderung ekonometris, menitikberatkan pada angka pertumbuhan semata. 

Hal ini terlihat dari pernyataannya yang menyebut masyarakat tak perlu berdemo jika ekonomi tumbuh 6 hingga 7 persen.

"Pernyataan itu menunjukkan ia belum terbiasa dengan kompleksitas perumusan kebijakan. Padahal, kebijakan ekonomi harus mempertimbangkan banyak aspek, bukan hanya pertumbuhan," tuturnya.

Lebih lanjut, Prof Didin menekankan bahwa Purbaya harus segera beradaptasi dengan peran strategis Menkeu yang sangat menentukan arah pemerintahan. 

Ia mendorong agar Menkeu baru mampu menghadirkan kebijakan inovatif yang bisa menjawab tantangan nyata mulai dari target pertumbuhan, ketimpangan, rendahnya rasio pajak, hingga tumpukan utang.

Dengan latar belakang teknik, Prof Didin justru melihat peluang lahirnya pendekatan baru yang ia sebut "Habibienomics", atau yang berarti kombinasi antara logika ekonomi dan faktor determinan seperti keterbatasan anggaran serta perputaran uang.

Sebagai contoh, ia menyoroti gagasan Purbaya terkait alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp300 triliun untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dana daerah yang dialihkan ke Koperasi Desa Merah Putih. 

Menurutnya ide itu bisa menjadi terobosan, tetapi tetap harus jelas timeline dan harmonisasi antara fiskal dan moneter agar sejalan dengan agenda Asta Cita.

"Menkeu harus memastikan program-program ini realistis, bukan sekadar wacana. Kalau tidak, bisa menimbulkan masalah baru di lapangan," demikian Prof. Didin menambahkan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya