Berita

Ilustrasi beras (Foto: RMOL Aceh)

Bisnis

DPR Ingatkan Jangan Sampai Ada Penumpang Gelap di Skema Impor Beras Horeka

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2025 | 08:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani, mewanti-wanti pemerintah agar benar-benar memperketat pengawasan terhadap rencana impor beras khusus untuk kebutuhan hotel, restoran, dan kafe (horeka), seperti beras jenis basmati atau biryani.

Ia menegaskan bahwa program impor ini jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memasukkan beras konsumsi umum yang dapat mengganggu pasar dalam negeri.

“Impor beras untuk segmen horeka memang memiliki pasar khusus. Tetapi kami ingatkan, jangan sampai ada ‘penumpang gelap’ yang memanfaatkan skema impor ini untuk menyusupkan beras konsumsi masyarakat umum. Hal itu jelas merugikan petani dan mengacaukan tata niaga beras nasional,” ujar Jaelani di Komplek DPR RI, Senayan, Kamis, 11 September 2025.


Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa jalur distribusi beras impor ini betul-betul terkendali dan tidak bocor ke pasaran umum. Pengawasan mulai dari perizinan, volume, hingga distribusi harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel.

“Kalau memang untuk kebutuhan horeka, silakan. Tapi jangan sampai ada penyelundupan berkedok impor beras premium, lalu dijual bebas di pasaran. Itu yang harus diantisipasi sejak awal,” tegasnya.

Jaelani juga mengingatkan agar pemerintah tetap berpihak pada kepentingan petani lokal. Ketahanan pangan nasional, katanya, tidak boleh dikompromikan oleh praktik impor yang tidak tepat sasaran.

“Prioritas kita tetap meningkatkan produksi beras dalam negeri, memperkuat cadangan pangan, dan menyejahterakan petani. Impor hanya sebatas kebutuhan khusus yang memang tidak bisa dipenuhi di dalam negeri,” demikian Jaelani.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan isu impor beras yang beredar perlu diluruskan, karena beras yang masuk bukan untuk konsumsi masyarakat luas, melainkan khusus memenuhi kebutuhan restoran-restoran tertentu.

Ia mencontohkan restoran Jepang menggunakan beras asal Jepang dengan karakteristik butiran kecil, sementara restoran Arab dan India membutuhkan beras basmati yang memang tidak dapat digantikan dengan beras lokal Indonesia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya