Berita

Menteri Agama (Menag) KH Nasaruddin Umar jadi pembicara dibedah buku Deklarasi Istiqlal, Refleksi dan Tantangan Seluas Indonesia yang digarap Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) di Aula Henry Soetio Hall, Gedung KWI, Jakarta Pusat, Rabu, 10 September 2025 (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Nusantara

KWI Luncurkan Buku Deklarasi Istiqlal

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2025 | 12:43 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Penandatanganan Deklarasi Istiqlal oleh mendiang Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama (Menag) KH Nasaruddin Umar sejatinya harus terus diaplikasikan oleh warga Indonesia dalam bermasyarakat.

Pesan itu yang jadi pembahasan utama dalam bedah buku Deklarasi Istiqlal, Refleksi dan Tantangan Seluas Indonesia oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) di Aula Henry Soetio Hall, Gedung KWI, Jakarta Pusat pada Rabu, 10 September 2025.

Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI sekaligus editor buku, Romo Aloys Budi Purnomo, menjelaskan bahwa buku ini merupakan buah pemikiran para pemuka agama yang juga hasil kolaborasi lintas pihak.


"Terbitnya buku ini dapat membantu memperluas dan memperdalam pemahaman atas DDI sehingga semakin berdampak dalam kehidupan bersama di Indonesia,” kata Romo Aloys.

Dalam sambutannya, Menag  Nasaruddin Umar  menekankan bahwa pesan mendasar dari buku ini adalah cinta: cinta kepada Tuhan, sesama, dan alam semesta.

“Siapa yang memiliki cinta, ia mampu bersahabat dengan alam. Semua agama mengajarkan kasih. Karena itu, marilah kita mencari titik temu, bukan perbedaan,” ungkap Menag.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Philip Widjaja juga mengajak umat Budha agar membaca buku ini.

Sebab, buah pemikiran soal kemanusiaan dalam buku merupakan hal yang relevan untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita kan menyebarluaskan pemikkran-pemiiran ini, mengajak umat Budha merealisasikan cita-cita dari Paus yang disaksikan imam-imam besar di Indonesia, karena dokumen ini cukup penting atau pelengkap dokumen Abu Dhabi yang sudah ada, kelengkapan ini yang perlu kita ingat dan laksanakan sebaiknya-baiknya," kata Philip.

Hadir juga dalam bedah buku, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, menegaskan bahwa Deklarasi Istiqlal tidak hanya milik satu agama, namun milik seluruh bangsa Indonesia. 

Menurutnya dalam buku inu memuat tiga hal pokok, yakni deklarasi humanis yang berfokus pada perjuangan kemanusiaan, deklarasi ekologis, mrngajak manusia untum menjaga bumi serta alam ciptaannya, dan deklarasi dialogis dengan fokus mengedepankan perjumpaan dan komunikasi antarmanusia dalam kehidupan sehari-hari

“Makin tinggi keagamaan kita, makin dekatlah kita dengan sesama manusia. Makin kita membaca kitab suci masing-masing, makin kita bersahabat dengan orang lain,” jelas Mgr Anton.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya