Berita

Serah terima jabatan Perdana Menteri Prancis (Foto: France24)

Bisnis

Tugas Berat Menanti PM Prancis yang Baru, Sebastien Lecornu

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2025 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Politik Prancis memasuki babak baru setelah Presiden Emmanuel Macron menunjuk Sebastien Lecornu sebagai Perdana Menteri baru.

Lecornu adalah sekutu dekat Macron yang sebelumnya menjabat Menteri Pertahanan selama tiga tahun terakhir. Penunjukannya diumumkan pada Selasa malam, 10 September 2025, hanya sehari setelah pendahulunya, Francois Bayrou, terpaksa mundur. 

Bayrou jatuh setelah parlemen menolak rencana penghematan anggaran yang dia ajukan untuk menekan utang negara.


Dalam pidato perdananya pada Rabu 10 September 2025 waktu setempat, Lecornu yang baru berusia 39 tahun berjanji akan mencari cara “lebih kreatif” untuk bekerja sama dengan oposisi demi membangun pemerintahan yang stabil. 

“Kita akan sampai di sana,” ucapnya saat serah terima jabatan, dikutip dari France24, Kamis, 11 September 2025.

Lecornu menjadi perdana menteri ketujuh di era Macron sejak 2017, dan yang ketiga hanya dalam setahun terakhir. Tantangan terbesarnya adalah memastikan anggaran 2026 bisa disahkan, agar tidak bernasib sama seperti Bayrou yang hanya bertahan sembilan bulan sebelum dijatuhkan oposisi.

Ia berencana segera menyampaikan pidato resmi kepada publik untuk menjelaskan pendekatan politiknya yang diklaim berbeda dari pendahulunya. Namun posisinya tetap rapuh. 

Sebagai politikus yang dikenal tahan banting dan satu-satunya menteri yang bertahan sejak awal pemerintahan Macron, Lecornu dipilih dengan harapan bisa menegosiasikan kompromi, terutama dengan Partai Sosialis. Namun peluang itu tipis. Sosialis menuntut pajak lebih tinggi bagi kaum kaya serta pembatalan pemotongan pajak bisnis, kebijakan yang ditolak keras oleh kubu kanan.

Di luar politik, krisis ekonomi menambah tekanan. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis kini lebih tinggi dibanding Spanyol, Portugal, dan Yunani, negara-negara yang dulu menjadi episentrum krisis utang zona Euro. Ancaman penurunan peringkat utang pada pekan ini bisa semakin memperburuk posisi Prancis di mata investor.

Sejak Macron membubarkan parlemen tahun lalu, pemerintah tidak lagi memiliki mayoritas di Majelis Nasional sehingga mudah diguncang mosi tidak percaya. Bahkan partai kiri radikal, France Unbowed (LFI), sudah mengajukan mosi baru untuk menjatuhkannya, meski belum mendapat dukungan partai lain.

Hari pertama Lecornu menjabat langsung diwarnai aksi protes besar di berbagai kota. Demonstrasi yang menargetkan Macron berakhir ricuh dengan puluhan orang ditangkap. Aksi tersebut mengganggu transportasi, sekolah, hingga layanan publik. Sekitar 80.000 polisi dikerahkan untuk menjaga ketertiban.

Di Paris dan sekitarnya, massa membuat barikade dari tumpukan sampah, menutup akses jalan serta sekolah, bahkan melempari polisi dengan benda-benda bekas.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya