Berita

Surat yang diduga ditulis Donald Trump untuk Jeffrey Epstein (Foto: akun X @TheDemocrats

Global

Partai Demokrat AS Rilis Surat Seksi yang Diduga Ditulis Trump untuk Epstein

SELASA, 09 SEPTEMBER 2025 | 12:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Anggota Partai Demokrat di Komite Pengawasan DPR AS merilis sebuah surat bernada seksual yang konon ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dan ditujukan kepada Jeffrey Epstein, terduga pelaku perdagangan seks yang telah meninggal.

Dikutip dari Associated Press, Selasa 8 September 2025, surat yang dimaksud ditemukan dalam album ulang tahun Jeffrey Epstein tahun 2003, yang diterima komite pada Senin, 7 September 2025, dari pihak keluarga Epstein. 

Dalam surat tersebut tertulis, “Seorang sahabat adalah hal yang luar biasa. Selamat Ulang Tahun - dan semoga setiap hari menjadi rahasia indah lainnya.” 


Menariknya, teks surat itu dibingkai dengan siluet tubuh wanita dan memuat nama serta tanda tangan Trump.

Trump melalui Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Taylor Budowich, langsung membantah keaslian surat itu. 

“Saatnya @newscorp membuka buku cek itu. Itu bukan tanda tangannya. FITNAH!” tulisnya di X.

Sementara Trump juga menegaskan bahwa isi surat tersebut tidak mencerminkan dirinya. Dia bahkan mengajukan gugatan senilai 10 miliar Dolar AS terhadap The Wall Street Journal atas laporan tentang dugaan surat tersebut.

“Ini bukan kata-kata saya, bukan cara saya berbicara. Lagipula, saya tidak menggambar," ujarnya.

Epstein adalah seorang pemodal kaya dengan koneksi luas di kalangan elit. Ia bunuh diri pada 2019 di penjara Manhattan saat menunggu persidangan atas tuduhan pelecehan seksual dan perdagangan anak di bawah umur. 

Lebih dari satu dekade sebelumnya, Epstein pernah membuat kesepakatan rahasia dengan jaksa federal di Florida untuk menghindari dakwaan serupa. Ia dituduh membayar gadis-gadis di bawah umur ratusan dolar tunai untuk pijat, lalu melecehkan mereka.

Trump dan Epstein diketahui pernah dekat, tetapi Trump mengaku hubungan mereka retak sekitar dua dekade lalu. 

Ia bahkan mengusir Epstein dari klub pribadinya di Florida setelah Epstein disebut merekrut orang-orang yang pernah bekerja untuk Trump. Hingga kini, Trump tidak dituduh melakukan pelanggaran apa pun terkait hubungannya dengan Epstein.

Pengungkapan surat ini muncul di tengah desakan bipartisan di Kongres AS untuk merilis apa yang disebut sebagai “berkas Epstein” setelah bertahun-tahun memicu spekulasi dan teori konspirasi. Seruan itu datang bukan hanya dari Demokrat, tetapi juga Partai Republik, termasuk Wakil Presiden JD Vance. 

Bulan lalu, Komite Pengawasan DPR juga memanggil keluarga Epstein dan meminta sejumlah dokumen, termasuk surat wasiat terakhir, perjanjian dengan jaksa, buku kontak, serta catatan transaksi dan aset keuangan Epstein. Departemen Kehakiman kini mulai menyerahkan catatan penyelidikan kasus Epstein kepada komite.

Pihak Gedung Putih sejauh ini belum memberikan komentar resmi.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya