Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Perdana Menteri Bayrou Lengser, Bursa Eropa Menghijau

SELASA, 09 SEPTEMBER 2025 | 07:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa berakhir di area hijau setelah Perdana Menteri Francois Bayrou lengser.

Lengsernya Bayrou menandai jatuhnya perdana menteri kelima Prancis dalam tiga tahun terakhir, di tengah beban utang yang kian menekan ekonomi terbesar kedua di zona euro tersebut.

Indeks CAC 40 Prancis langsung melesat  0,78 persen atau 60,06 poin menjadi 7.734,84 pada penutupan perdagangan Senin 8 September 2025 waktu setempat.


Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 30 tahun turun 4,4 basis poin ke 4,336 persen. Sebelumnya bulan ini, sempat menyentuh 4,523 persen, level tertinggi sejak Juni 2009.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 berakhir menguat 0,52 persen atau 2,83 poin menjadi 552,04 poin. 

Indeks DAX Jerman ditutup meningkat 0,89 persen atau 210,15 poin menjadi 23.807,13. FTSE 100 Inggris bertambah 0,14 persen atau 13,23 poin menjadi 9.221,44.

Saham ritel memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,8 persen, diikuti konstruksi dan material 1,7 persen. 

Saham perbankan juga melesat 1,5 persen. 

Bank Sentral Eropa (ECB) akan merilis keputusan suku bunga pada Kamis pekan ini, dengan mayoritas ekonom memperkirakan tidak ada perubahan seiring inflasi yang mendekati target 2 persen. 

Saham energi Eropa naik 0,6 persen mengikuti penguatan harga minyak dunia. 

Saham telekomunikasi anjlok 1,5 persen setelah EchoStar sepakat menjual lisensi spektrum nirkabelnya ke SpaceX.

Saham Novo Nordisk menyusut 0,9 persen setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS memperketat pengawasan impor bahan obat obesitas karena dikhawatirkan berisiko terhadap keselamatan.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya