Berita

Founder Malaka Project sekaligus pegiat media sosial, Ferry Irwandi. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Narasi Provokatif Ferry Irwandi Meresahkan

SELASA, 09 SEPTEMBER 2025 | 02:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Unggahan Founder Malaka Project sekaligus pegiat media sosial, Ferry Irwandi, yang menuding adanya keterlibatan TNI dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rencana darurat militer serta aksi unjuk rasa anarkis akhir-akhir ini, disesalkan.

Ketua Advokasi Persaudaraan Tani-Nelayan Indonesia (PETANI), Tunjung Budi Utomo menilai tuduhan tersebut tidak memiliki dasar fakta dan dapat dikategorikan sebagai fitnah. 

Tunjung berpandangan, narasi semacam itu hanya menambah keresahan di tengah masyarakat bawah yang saat ini sudah menghadapi tekanan ekonomi dan gejolak harga kebutuhan pokok.


“Ini sama saja fitnah. Tuduhan tanpa bukti bukan hanya mencemarkan nama baik TNI dan Menteri Pertahanan Pak Sjafrie, tetapi juga berbahaya karena membuat masyarakat bawah khawatir akan terjadi goro-goro. Mereka khawatir terjadi instabilitas, padahal yang mereka butuhkan adalah rasa aman,” kata Tunjung melalui keterangan elektronik di Jakarta, Selasa 9 September 2025.

Tunjung menegaskan, secara hukum, apa yang dilakukan Ferry Irwandi berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta pasal-pasal KUHP tentang penyebaran berita bohong dan fitnah. 

“Kebebasan berekspresi tidak berarti bebas menyebar hoaks. Apalagi jika sampai menimbulkan keresahan publik dan mengganggu kepercayaan rakyat kepada negara,” kata Tunjung.

Ia menambahkan, TNI merupakan institusi yang memiliki mandat konstitusional menjaga kedaulatan dan keamanan negara, sedangkan Menteri Pertahanan bertugas memastikan kebijakan pertahanan nasional berjalan. Menuding tanpa dasar bahwa keduanya aktor di balik kerusuhan, kata Tunjung, sama dengan upaya melemahkan legitimasi negara.

“Pernyataan seperti ini jelas kontraproduktif. Alih-alih memperjuangkan kepentingan rakyat, narasi fitnah justru memperkeruh situasi sosial. Yang dibutuhkan masyarakat desa hari ini adalah kepastian pangan, ketenangan bekerja, dan rasa aman,” pungkas Tunjung.




Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya