Berita

Detik-detik terjadi gerhana bulan total atau Blood Moon, Senin dini hari 8 September 2025 (Foto: RMOL/Reni Erina)

Nusantara

Blood Moon Tadi Malam, BMKG Prediksi Gerhana Bulan Total Berikutnya Terjadi di 2043

SENIN, 08 SEPTEMBER 2025 | 07:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Masyarakat Indonesia baru saja  menyaksikan fenomena Gerhana Bulan Total atau Blood Moon. 

Gerhana Bulan Total telah menghiasi langit Indonesia pada Minggu malam 7 September 2025 hingga  Senin dini hari 8 September 2025. 

Blood Moon ini terjadi saat bumi berada tepat di antara bulan dan matahari sehingga membuat cahaya matahari ke bulan terhalangi.


Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi membuat Bulan tampak berwarna merah tembaga, sehingga sering disebut sebagai Blood Moon. Uniknya, gerhana Bulan kali ini bisa disaksikan secara langsung tanpa perlu teleskop maupun kacamata khusus seperti pada gerhana Matahari.

Sebelum masuk ke fase gerhana bulan total, ada beberapa fase yang akan dilewati, yaitu mulai dari gerhana bulan parsial atau sebagian serta gerhana bulan penumbra. 

Apabila ketiga benda itu segaris sehingga bulan sebagian akan tertutup oleh umbra bumi, dan terjadilah gerhana bulan parsial.

Sedangkan, jika hanya bagian terluar dari bayangan bumi yang menutupi bulan, maka terjadilah gerhana bulan penumbra.

Posisi segaris ini jadi syarat terjadinya gerhana bulan sehingga fenomena tersebut pasti akan terjadi di fase purnama.

Akan tetapi, karena kemiringan orbit bulan terhadap bumi, tak setiap purnama akan terjadi gerhana bulan.

Berdasarkan laporan BMKG, Gerhana Bulan Total dimulai pada Minggu malam, 7 September 2025 sekitar pukul 22.30. Fase awal gerhana Bulan total terjadi pada Senin dini hari 8 September 2025 pukul 00.30 WIB, dengan puncak gerhana terjadi pukul 01.11 WIB. 

Fase total berakhir pada pukul 01.52 WIB.

Sedangkan gerhana parsial berakhir pukul 02.56 WIB, dan gerhana penumbra berakhir pukul 03.55 WIB.

Total durasi gerhana ini berlangsung selama 1 jam 22 menit 6 detik.

BMKG mengatakan, seluruh wilayah provinsi Sumatera Selatan dapat menyaksikan gerhana ini dari awal hingga akhir, karena Bulan telah terbit sejak pukul 17.43-17.53 WIB. Saat fase totalitas (00.30-01.53 WIB), Bulan berada pada ketinggian 31°-39° di langit barat-barat daya, sehingga kondisi pengamatan sangat ideal apabila cuaca cerah.

Masyarakat di Jawa Timur juga dapat menyaksikan fenomena ini menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Sementara di Bali, fenomena gerhana bulan total atau Blood Moon yang seharusnya bisa dinikmati justru terganggu oleh cuaca mendung dan hujan.

Stasiun Geofisika BMKG Denpasar yang melakukan pemantauan dengan teleskop terpaksa menghentikan siaran langsung di YouTube karena kondisi langit tidak mendukung.

Gerhana bulan total 8 September 2025 ini merupakan yang kedua pada tahun 2025, setelah sebelumnya terjadi pada 14 Maret yang hanya bisa disaksikan dari sebagian wilayah Indonesia timur.

BMKG memprediksi gerhana bulan total berikutnya baru akan terjadi lagi pada sekitar September 2043, atau 18 tahun mendatang.  Informasi ini berdasarkan siklus Saros, yaitu periode sekitar 18 tahun 11 hari kemudian, di mana posisi Matahari, Bumi, dan Bulan kembali ke keadaan yang nyaris sama untuk menghasilkan gerhana dengan geometri serupa.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya