Berita

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)

Nusantara

PMI DKI Didesak Benahi Manajemen Internal

Tiga Pengurus Tingkat Kota Diisi Plt
SABTU, 06 SEPTEMBER 2025 | 00:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia mendesak Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta melakukan pembenahan manajemen organisasi.

Desakan ini mencuat setelah terungkap sejumlah PMI kota masih dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Ketua lebih dari enam bulan tanpa kepastian Musyawarah Kota (Muskot).

Ketua Umum Rekan Indonesia, Agung Nugroho menilai, situasi tersebut menggambarkan lemahnya tata kelola di tubuh PMI DKI.


Agung mengingatkan, sesuai aturan organisasi, jabatan Plt seharusnya hanya berlaku maksimal tiga bulan sebagai solusi 

“Plt itu sifatnya darurat, bukan permanen. Kalau sampai berbulan-bulan, apalagi lebih dari setengah tahun, ini mencerminkan ketidakseriusan dalam menegakkan aturan organisasi," kata Agung melalui keterangan elektroniknya di Jakarta, Sabtu 6 September 2025.

Rekan Indonesia mencatat sedikitnya ada tiga PMI kota di DKI Jakarta -- Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat --yang hingga kini masih dipimpin Plt Ketua. Bahkan, ada Plt yang menjabat lebih dari delapan bulan tanpa kejelasan kepemimpinan definitif.

Menurut Agung, kekosongan kepemimpinan definitif berdampak pada terhambatnya sejumlah program vital PMI.

Ia menyebut koordinasi donor darah hingga pelayanan sosial di beberapa wilayah tidak berjalan optimal akibat lemahnya kendali manajerial.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rekan Indonesia mendorong tiga langkah perbaikan.

Pertama, mempercepat pelaksanaan Muskot di wilayah yang masih dipimpin Plt. Kedua, membatasi masa jabatan Plt maksimal tiga bulan. Ketiga, membentuk tim independen guna mengawasi transisi kepemimpinan secara transparan dan akuntabel.

“PMI adalah organisasi kemanusiaan yang dituntut sigap membantu masyarakat. Tapi bagaimana publik bisa percaya kalau rumahnya sendiri rapuh akibat kepemimpinan setengah hati? Pembenahan manajemen internal adalah harga mati bagi PMI DKI,” pungkas Agung.



Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya