Berita

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Golkar Ingatkan Buruh Tidak Demo Anarkis

KAMIS, 28 AGUSTUS 2025 | 02:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Fraksi Partai Golkar DPR RI mengimbau kelompok buruh yang akan melakukan aksi damai di depan Gedung Parlemen Senayan, pada Kamis 28 Agustus 2025, untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Muhammad Sarmuji berharap buruh menyampaikan aspirasi dengan cara-cara baik. Menurutnya, jika demonstrasi berlangsung damai, aspirasi yang dituntut para buruh justru akan tersampaikan dengan baik.

"Yang penting mohon dijaga agar tidak merusak fasilitas umum, tidak anarkis. Karena aksi itu justru akan sampai pesannya kalau dilakukan dengan baik," kata Sarmuji kepada wartawan pada Rabu 27 Agustus 2025.


Sarmuji juga mengingatkan bila penyampaian aspirasi yang berujung pada perusakan fasilitas umum jelas merugikan semua pihak. Apalagi, kata dia, fasilitas umum itu dibiayai oleh pajak rakyat.

Yang terpenting, kata Sarmuji, demonstrasi tidak melukai sesama rakyat Indonesia. Ia ingin aksi damai itu tidak disusupi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab hingga terjadi gesekan dengan aparat penegak hukum.    

"Karena kadang-kadang kan kalau tidak bisa terkendali justru pesan yang ingin disampaikan kadang-kadang justru tidak sampai, yang sampai hanya drama-dramanya saja," kata Sekjen Partai Golkar ini. 

"Yang lain itu mohon dilakukan dengan tertib, dengan memperhatikan kepentingan masyarakat umum supaya pesan yang ingin disampaikan betul-betul sampai dan kami tentu akan sangat memperhatikan pesan dari masyarakat yang menyatakan pendapatnya," sambungnya. 

Di sisi lain, Sarmuji menyambut baik aksi damai yang bakal digelar para buruh tersebut. Bagi Golkar, penyampaian aspirasi dilindungi undang-undang.

"Aksi dijamin oleh negara ya, kebebasan untuk menyuarakan pendapat adalah hak setiap warga negara. Kita juga menghargai, menghormati semua orang untuk menyatakan pendapatnya," tandasnya.




Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya