Berita

Kolase Joko Widodo (Jokowi) dan Immanuel Ebenezer (Noel). (Foto: RMOL)

Hukum

Mahfud MD Tanggapi Isu Penangkapan Noel Rekayasa Jokowi

RABU, 27 AGUSTUS 2025 | 14:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi isu yang menyebut penangkapan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel oleh KPK merupakan rekayasa politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi.

Hal ini diungkap Mahfud lewat kanal YouTube miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Rabu, 27 Agustus 2025. 

“Katanya Noel ditarget karena dia membela Munarman dan membela Abraham Samad. Sehingga ketika ada kasus-kasus ribut ijazah dia malah ikut menyerang Silfester Matutina. Jokowi katanya marah sehingga pesan ke KPK agar Noel ditangkap,” kata Mahfud.


Namun, ia menegaskan tidak mempermasalahkan spekulasi tersebut. Mahfud tidak mempermasalahkan kucing bulunya berwarna hitam atau putih. Baginya yang penting tugas kucing adalah menangkap tikus.

 “Saya tidak peduli apakah itu perintah Prabowo, apa itu perintah Jokowi, yang penting KPK menangkap koruptor. Mau motifnya apapun, kalau memang terbukti koruptor,” tegasnya.

Eks Hakim Mahkamah Konstitusi itu menambahkan, berbagai tafsir bisa muncul dari penangkapan Noel. Ada yang bilang ini bukti Presiden Prabowo tidak pandang bulu dalam penegakkan hukum.

"Atau bahkan tamparan buat Prabowo karena ada di kabinetnya sendiri. Tapi juga ada yang bilang ini KPK sudah mulai bangkit, sudah mulai lepas dari cengkraman satu kekuatan, cengkraman tertentu,” ujarnya.

Ia menekankan, sekalipun teori bahwa penangkapan Noel diperintahkan Jokowi benar, hal itu tetap tidak menjadi masalah.

 “Tapi seumpama pun benar teorinya bahwa itu disuruh Jokowi ya nggak apa-apa juga Jokowi suruh tangkap koruptor itu. Makin banyak makin bagus rakyat juga ingin koruptor ditangkap,” pungkas Mahfud.

Sebelumnya, mantan Wamenaker, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel bersama 10 orang lainnya  ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3 di Kemnaker, usai terjadi operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung sejak Rabu malam, 20 Agustus 2025 hingga Kamis 21 Agustus 2025.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya