Berita

Presiden Prabowo Subianto memberikan Bintang Republik Indonesia Utama kepada Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin di Istana Negara, Jakarta, Senin, 25 Agustus 2025. (Foto: Dok DPD RI)

Politik

Ketua DPD Sultan Najamudin Terima Bintang RI Utama

SENIN, 25 AGUSTUS 2025 | 20:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin menjadi salah satu yang mendapat penghargaan Bintang Republik Indonesia Utama dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, 25 Agustus 2025. 

Tanda kehormatan itu diberikan atas jasa Sultan dalam bidang politik dan kepemudaan, khususnya melalui advokasi pemberdayaan pemuda, penguatan ekonomi daerah, serta kontribusinya di lembaga legislatif yang mendorong partisipasi generasi muda dan memperkuat pembangunan daerah.

“Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh anggota DPD, rakyat di daerah, dan kaum muda yang menjadi tulang punggung negara ini," kata Sultan.


Penghargaan tersebut dinilai sebagai bukti DPD masih menjadi rumah aspirasi daerah, rakyat, dan kaum muda yang menjadi bagian dari arus besar pembangunan nasional.

Bintang RI Utama ini bukan semata-mata sebagai apresiasi negara terhadap dirinya, melainkan juga pengakuan terhadap peran DPD sebagai representasi daerah.

“Aspirasi dari pelosok harus hadir dalam perumusan kebijakan pusat. Dengan begitu, pembangunan benar-benar merata hingga ke desa-desa,” tutur mantan Ketua KNPI Bengkulu ini.

Di sisi lain, DPD berkomitmen mengawal asta cita Presiden Prabowo, delapan program prioritas pembangunan nasional. Menurut mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini, agenda besar tersebut hanya akan berhasil bila melibatkan daerah secara aktif dalam perencanaan maupun implementasi.

Secara keseluruhan ada 141 tokoh mendapat tanda kehormatan dari Presiden Prabowo. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden (Keppres) No 73, 74, 75, 76, 78 PK tahun 2025.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya