Berita

Abdul Muhaimin Iskandar Dianugerahi Bintang Mahaputera Adipurna. (Foto: Youtube Sekretariat Negara)

Politik

Cak Imin Dedikasikan Anugerah Bintang Mahaputera Adipurna untuk Rakyat

SENIN, 25 AGUSTUS 2025 | 13:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, menerima Anugerah Bintang Mahaputera Adipurna dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Acara penganugerahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin, 25 Agustus 2025 dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan.

Penghargaan Bintang Mahaputera Adipurna diberikan kepada sosok yang akrab disapa Cak Imin itu atas jasa luar biasa beliau dalam bidang pemberdayaan masyarakat. 


"Beliau berjasa luar biasa dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui kebijakan peningkatan kapasitas tenaga kerja, penguatan program kesejahteraan keluarga, serta dukungan bagi ekonomi kerakyatan," demikian narasi yang dibacakan pembawa acara.

Bintang Mahaputera Adipurna merupakan tanda kehormatan negara tertinggi dari lima jenjang, yakni Bintang Mahaputera Adipurna, Adipradana, Utama, Pratama, dan Nararya. 

Penghargaan ini diberikan kepada individu yang menunjukkan darmabakti dan kesetiaan luar biasa kepada bangsa dan negara Indonesia.

Cak Imin menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan ini dan berkomitmen untuk terus mendorong program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ketahanan ekonomi rakyat, serta memajukan pemberdayaan di berbagai sektor.

“Penghargaan ini saya dedikasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama para pekerja dan keluarga yang menjadi fokus kami dalam membangun bangsa yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

Penganugerahan Bintang Mahaputera Adipurna ini menjadi momentum penting yang mengukuhkan peran serta Abdul Muhaimin Iskandar sebagai tokoh bangsa yang berdedikasi tinggi dalam pengabdian kepada negara.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya