Berita

Situasi macet di Jalan TB Simatupang. (Foto: Detik)

Nusantara

Pramono Minta Proyek di Kawasan TB Simatupang Dipercepat

MINGGU, 24 AGUSTUS 2025 | 14:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat pengerjaan proyek galian di kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Pramono meminta proyek yang semula ditargetkan selesai pada Desember agar dirampungkan pada November mendatang. Percepatan dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut.

"Ada (percepatan). November, saya minta November diselesaikan. Awalnya Desember. Ya baru bisa maju satu setengah bulan. Tapi saya sudah minta itu," ujar Pramono di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu, 24 Agustus 2025.


Selain itu, untuk mengurai kemacetan, Pramono juga meminta agar pagar atau pembatas proyek diperkecil serta memanfaatkan sementara sebagian trotoar di area terdampak proyek untuk memperlebar ruas jalur lalu lintas.

"Sebagian trotoarnya yang sekarang ini memang gak bisa digunakan secara baik bagi pejalan kaki karena memang beberapa juga terpotong-potong, untuk sampai dengan bulan November digunakan untuk menangani lalu lintas terlebih dahulu. Nanti akan kami kembalikan," jelas dia.

Politikus PDIP itu pun meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak masalah kemacetan ini.

"Jadi untuk itu saya secara khusus juga mohon maaf karena ini memang hal yang tidak bisa dihindari," ucap Pramono.

Pramono menyampaikan, proyek galian yang sedang berjalan di Jakarta bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur kota, seperti pemasangan kabel bawah tanah, sanitasi, dan saluran air. Meski demikian, ia memastikan bahwa masalah kemacetan sudah teratasi di wilayah lainnya.

"Tetapi kalau daerah-daerah lain memang di luar Simatupang ya, ada penurunan terhadap kemacetan," ungkapnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya