Berita

Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya (Foto: Istimewa)

Dunia

Jepang Tegas Tolak Akui Entitas Separatis di Forum TICAD 9

SABTU, 23 AGUSTUS 2025 | 18:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Jepang kembali menegaskan sikapnya untuk tidak mengakui keberadaan entitas separatis dalam forum internasional. 

Mengutip keterangan yang diterima redaksi, Sabtu, 23 Agustus 2025, penekanan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Jepang, Takeshi Iwaya dalam Tokyo International Conference on African Development (TICAD) ke-9 yang digelar di Yokohama.

Ia menyebut kehadiran pihak yang tidak diakui Jepang sebagai sebuah negara tidak akan memengaruhi posisi resmi pemerintahnya.


"Kehadiran entitas yang tidak diakui Jepang sebagai sebuah negara dalam pertemuan ini tidak mengubah posisi Jepang terkait status entitas tersebut,” ujar Iwaya dalam pidatonya, sesaat sebelum agenda konferensi dimulai pada hari Rabu, 20 Agustus 2025.

Ini merupakan ketiga kalinya Jepang menyampaikan klarifikasi serupa hanya dalam dua hari. Sehari sebelumnya, Selasa, 19 Agustus 2025, dalam pembukaan pertemuan tingkat menteri, Iwaya juga menekankan sikap resmi negaranya.

“Saya ingin memperjelas bahwa kehadiran entitas apa pun yang tidak diakui Jepang sebagai sebuah negara dalam pertemuan ini tidak memengaruhi posisi Jepang terkait status entitas tersebut,” kata Iwaya di hadapan para menteri Afrika dan perwakilan organisasi internasional.

Sikap ini juga ditegaskan dalam rapat pejabat senior yang digelar di hari yang sama, di mana Jepang menyatakan tidak pernah mengundang entitas separatis tersebut. 

Pihak Jepang menekankan bahwa undangan hanya diberikan kepada negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik resmi, sementara kehadiran entitas dimaksud merupakan undangan dari Komisi Uni Afrika.

Dalam forum TICAD 9 yang mengusung tema “Co-creating Innovative Solutions with Africa”, Jepang berupaya memperkuat kolaborasi dengan Afrika di bidang inovasi teknologi, pembangunan berkelanjutan, serta transisi digital. 

Acara ini juga menghadirkan TICAD Business Expo yang diikuti 196 perusahaan dan organisasi Jepang, termasuk 107 usaha kecil dan menengah, yang menampilkan inovasi di delapan sektor, mulai dari infrastruktur, kesehatan publik, rantai nilai agro-pangan, hingga budaya populer.

Maroko turut hadir dalam konferensi ini melalui Duta Besar Raja Maroko untuk Jepang, Mohamed Rachad Bouhlal. Diskusi yang berlangsung diharapkan mampu menyelaraskan tujuan pembangunan Uni Afrika dengan Agenda PBB 2030.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya