Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Perdamaian Rusia-Ukraina Terhenti, Harga Minyak Naik Lagi

JUMAT, 22 AGUSTUS 2025 | 10:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia naik hampir 1 Dolar AS per barel pada penutupan perdagangan Kamis, 21 Agustus 2025. Kenaikan ini terjadi karena proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina kembali buntu, membuat pasar minyak diliputi ketidakpastian.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 83 sen atau 1,2 persen, menjadi 67,67 Dolar AS per barel -- tertinggi dalam dua minggu terakhir. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 81 sen atau 1,3, ditutup naik 63,52 Dolar AS per barel.

Pasar minyak bergerak hati-hati karena proses perdamaian Ukraina masih belum jelas. Banyak investor berharap Presiden AS Donald Trump segera memediasi penyelesaian perang Rusia-Ukraina, tapi situasinya malah makin rumit.


Baik Moskow maupun Kyiv saling menyalahkan atas macetnya proses perdamaian. Pada Kamis, Rusia melancarkan serangan udara besar di dekat perbatasan Ukraina dengan Uni Eropa, sementara Ukraina mengklaim telah menyerang kilang minyak Rusia.

“Sejumlah premi risiko geopolitik perlahan-lahan dipompa kembali ke pasar,” ujar firma penasihat perdagangan minyak Ritterbusch and Associates.

Analis Tamas Varga dari PVM Oil Associates menambahkan, kebuntuan perundingan damai memunculkan kembali potensi sanksi baru terhadap Rusia, yang bisa membuat pasokan minyak global makin ketat.

Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak juga dipicu oleh penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan. Menurut laporan Badan Informasi Energi AS (EIA), persediaan minyak mentah turun 6 juta barel pada pekan yang berakhir 15 Agustus, padahal analis hanya memperkirakan penurunan 1,8 juta barel.

“Stok domestik yang ketat ini sangat kontras dengan proyeksi kelebihan pasokan pada 2026, sehingga menantang ekspektasi pasar yang lebih luas,” kata analis StoneX, Alex Hodes.

Sementara itu, pelaku pasar juga menunggu konferensi ekonomi Jackson Hole di Wyoming. Pertemuan tahunan para bankir sentral ini dimulai Kamis, dan Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan menyampaikan pidato penting pada Jumat. 

Investor berharap mendapat petunjuk soal kemungkinan penurunan suku bunga The Fed bulan depan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya