Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: YouTube TV Parlemen)

Politik

Terancam Mangkrak

Prabowo Tak Sebut Anggaran IKN di Pidato RAPBN 2026

SABTU, 16 AGUSTUS 2025 | 02:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto tidak memasukkan anggaran kelanjutan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dalam pidato pengantar Penyampaian RAPBN 2026 dan Nota Keuangan di DPR, Jumat, 15 Agustus 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan RAPBN 2026 disusun khusus untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui delapan agenda prioritas.

"APBN harus digunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia. RAPBN 2026 kita utamakan pada 8 agenda prioritas," ujar Prabowo.


Delapan prioritas tersebut mencakup ketahanan pangan dengan alokasi Rp164,4 triliun, ketahanan energi Rp402,4 triliun, program Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp335 triliun, pendidikan Rp757,8 triliun, kesehatan Rp244 triliun, serta pemberdayaan desa, koperasi, dan UMKM.

Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), penguatan komponen cadangan, penguasaan teknologi, pengembangan industri strategis dalam negeri, serta percepatan investasi, perdagangan, dan perumahan.

Tidak satu pun alokasi khusus untuk IKN yang disebut dalam daftar prioritas tersebut. Prabowo hanya menyinggung IKN saat memuji kinerja seluruh presiden terdahulu, termasuk Joko Widodo, yang merintis pembangunan ibu kota baru tersebut.

Menurutnya, Jokowi telah membangun berbagai infrastruktur penting meningkatkan konektivitas antara sentra ekonomi, memimpin saat yang kritis yaitu pandemi Covid-19.

“Sehingga indonesia termasuk salah satu negara yang paling cepat pulih dari dampak pandemi. Keluar dari kesulitan ekonomi dan juga beliau merintis pembangunan ibu kota negara nusantara dan meletakkan dasar strategi hilirisasi sumber daya alam indonesia,” tandasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya