Berita

Peternakan ayam (Foto: Ditjenpkh.pertanian)

Bisnis

Arab Saudi dan Chili Cabut Larangan Impor Unggas Brasil

JUMAT, 15 AGUSTUS 2025 | 14:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Arab Saudi mencabut larangan impor unggas dari negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil yang diberlakukan sejak Mei lalu karena wabah flu burung.

Selain Arab Saudi, Chili juga mulai melonggarkan pembatasan. Negara itu setuju kembali membeli produk unggas Brasil yang diproduksi setelah 9 Agustus, berdasarkan dokumen resmi yang dikirim ke otoritas Brasil.

Menurut dokumen yang dikutip Reuters, Chili bersedia mengimpor telur tetas, anak ayam umur sehari, ayam segar, dan produk olahannya dari Brasil. Keputusan ini dibuat setelah pejabat Chili berkunjung ke Brasil minggu lalu.


Chili juga mengakui Rio Grande do Sul bebas dari penyakit Newcastle, virus menular yang menyerang unggas seperti flu burung.

Perusahaan pengolah makanan Brasil, BRF, menyambut baik keputusan ini. Meski BRF mencatat hasil keuangan kuartal kedua yang kuat, larangan perdagangan sebelumnya sempat menekan ekspor mereka.

Sejumlah larangan perdagangan di Brasil mulai dicabut setelah wabah flu burung pertama di peternakan komersial negara itu. Namun, pembeli besar seperti China masih belum melanjutkan impor unggas dari Brasil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya