Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo/Ist

Politik

Pendukung Jokowi Mulai Retak dari Dalam

SENIN, 11 AGUSTUS 2025 | 03:52 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kurang lancarnya pasokan dana dari kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi pelan-pelan mulai membuat keretakan internal para pendukungnya.

"Pelan-pelan gerombolan yang eksis karena imbalan uang dan jabatan ini akan bubar dengan sendirinya," kata peneliti media dan politik Buni Yani melalui akun Facebook pribadinya yang dikutip Senin 11 Agustus 2025.

Menurut Buni Yani, selama uang terus mengalir ke para pendukungnya, maka teriakan mereka akan terus terdengar membela Jokowi.


"Tetapi begitu uang berhenti mengalir, maka saat itulah Jokowi akan ditinggalkan dengan sepenuhnya," kata Buni Yani.

Salah satu cara menghentikan Jokowi dan para pendukungnya adalah dengan memotong sumber dananya. 

Buni Yani berharap Presiden Prabowo Subianto tidak ragu mengusut sumber dana Jokowi yang dipakai untuk melakukan adu domba dan merusak bangsa selama ini. 

"Kemungkinan besar itu berasal dari dana korupsi selama 10 tahun yang ditengarai sejumlah kalangan," kata Buni Yani.

Saat ini, kata Buni Yani, publik menunggu ketegasan Prabowo terhadap Jokowi. Semakin lama Prabowo menunda menyingkirkan Jokowi dan geng Solo, maka semakin membahayakan pemerintahannya.

"Tentu saja juga membahayakan bangsa dan negara. Karena Jokowi bukanlah sekutu yang bisa dipercaya," pungkas Buni Yani.




Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya