Berita

Kepala Strategi Ekuitas Asia Pasifik HSBC Global Research, Herald van der Linde/Tangkapan layar

Bisnis

Pasar Saham RI Moncer, HSBC: Didorong Dana Domestik

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 23:26 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pasar saham Indonesia menunjukkan performa positif dalam dua bulan terakhir yang ditopang oleh saham berkapitalisasi menengah, beberapa emiten baru hasil IPO, serta perusahaan energi dan teknologi.

Kepala Strategi Ekuitas Asia Pasifik HSBC Global Research, Herald van der Linde mengatakan, kenaikan indeks belakangan ini justru tidak berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar maupun arus modal asing.

“Mereka (saham menengah) telah mendorong pasar tersebut lebih tinggi. Lonjakan ini tidak didorong oleh investor asing, tetapi sebagian besar oleh dana domestik yang kembali dan investasi ritel," kata Herald dalam HSBC - Indonesia Economy Outlook H2-2025 secara virtual pada Jumat 8 Agustus 2025. 


Dalam kesempatan tersebut, Herald menilai valuasi pasar saham Indonesia masih tergolong murah. Namun, jika kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan membaik investor asing berpotensi kembali masuk dan mendorong lonjakan pasar.

"Jadi saya pikir investor asing juga bisa kembali dan mendorong pasar ini berpotensi lebih tinggi. Jadi kami tetap positif. Prospek pertumbuhannya masuk akal. Dalam 12 bulan, pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen akan terjadi," kata Herald.

Ia juga menekankan pentingnya mendorong lebih banyak perusahaan yang IPO agar pasar semakin dinamis, seperti yang terjadi di India.

"Saya yakin Indonesia perlu melihat lebih banyak IPO. Kita perlu melihat lebih banyak perusahaan bermunculan dan menjadi perusahaan publik besar di Indonesia," kata Herald.

Menurutnya, hal tersebut juga perlu diiringi dengan pertumbuhan PDB yang lebih baik. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri tercatat mencapai 5,12 persen pada kuartal II-2025, yang disebut menjadi peluang bagus dalam pertumbuhan pasar saham RI.

"Investor asing bisa kembali. Investor lokal bisa kembali. Yang perlu kita lihat sekarang adalah rasa percaya diri terhadap profil pertumbuhan," demikian Herald.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami kenaikan lebih lanjut di kisaran 7.620.

"Sepertinya kita sudah mendekatinya dalam waktu dekat. Saat ini, angkanya jauh di atas 7.500.



Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya