Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pemerintah Perlu Dongkrak Investasi Korporasi dan Ekspor Bernilai Tinggi

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 15:14 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

HSBC Global Research menilai peningkatan investasi korporasi menjadi faktor kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.

Chief Indonesia and India Economist HSBC Global Research Pranjul Bhandari, mengatakan pertumbuhan ekonomi bisa tercapai jika perusahaan lebih berani menggelontorkan modal.

"Yang benar-benar kita butuhkan adalah peningkatan investasi korporasi, karena hanya ketika investasi korporasi meningkat, kapasitas ekonomi untuk tumbuh dan menciptakan lapangan kerja dengan upah tinggi akan meningkat," katanya dalam HSBC - Indonesia Economy Outlook H2-2025 secara virtual pada Jumat, 8 Agustus 2025.


Saat ini di tengah ketidakpastian ekonomi global, korporasi kata Phanjul, cenderung menyimpan dana daripada menginvestasikannya.

"Korporasi sedang menabung, jadi ada banyak tabungan di luar sana, tetapi mereka tidak berinvestasi. Apa yang akan membuat korporasi berinvestasi? Itulah pertanyaan besar yang dihadapi Indonesia dan sejujurnya, hal ini sebenarnya dihadapi hampir semua negara di luar sana," tambah Phanjul.

Ia melihat peluang di sektor perdagangan, meski tahun ini dibayangi ketidakpastian akibat tarif besar yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap banyak negara, termasuk Indonesia. Phanjul menilai restrukturisasi rantai pasok global justru bisa menjadi momentum bagi Indonesia. 

Sektor manufaktur berteknologi menengah dan barang konsumsi seperti tekstil, pakaian jadi, alas kaki, dan furnitur berpotensi besar untuk dikembangkan.

"Perusahaan multinasional mencari tujuan baru di mana mereka dapat berproduksi dan menjual. Dan perasaan saya, setelah badai tarif mereda, Indonesia sebenarnya bisa mendapatkan keuntungan," jelasnya.

Saat ini, hampir seluruh ekspor Indonesia ke Tiongkok masih berupa komoditas. Namun, ke pasar AS dan Uni Eropa, Indonesia sudah mengekspor barang konsumsi, meski porsinya masih kecil. Ekspor pakaian jadi Indonesia ke AS, misalnya, baru seperempat dari volume Vietnam, sehingga ini perlu ditingkatkan.

"Dan di dunia di mana produsen akan mencari tujuan baru, Indonesia dapat mengangkat tangannya dan berkata, lihat, kami sudah memproduksi barang-barang ini, kami dapat meningkatkannya. Ini dapat sebagai peluang untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan perusahaan mereka," tegas Phanjul.

Ia menekankan, peluang tersebut hanya bisa terealisasi jika Indonesia melakukan reformasi strategis, seperti memperkuat infrastruktur, memperluas perjanjian dagang dengan negara maju, mengembangkan tenaga kerja terampil, serta menyederhanakan regulasi bisnis.

"Jika Indonesia dapat mewujudkan semua ini dengan baik, saya rasa dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun, ini bisa menjadi peluang bagi arus masuk investasi asing langsung (FDI) dan pertumbuhan,"pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya