Berita

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), sekaligus Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo/Ist

Bisnis

BPD Perkuat Tata Kelola Keuangan Desa Lewat Digitalisasi

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 01:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Pembangunan Daerah (BPD) tidak lagi sekadar berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, melainkan telah berkembang menjadi katalisator pembangunan daerah.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), sekaligus Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menegaskan bahwa kehadiran BPD harus dipandang sebagai instrumen strategis dalam mengembangkan keuangan desa.

“Perannya penting dan sangat strategis mencakup mendorong pertumbuhan ekonomi, pengelolaan kas daerah, dan menyumbang pendapatan asli daerah,” kata Agus dalam Seminar Nasional BPD se-Indonesia (BPDSI) yang digelar Asbanda bersama Bank BPD DIY, Kamis, 7 Agustus 2025.


Dalam konteks pengelolaan keuangan desa, kata Agus, Asbanda mendukung penuh sistem transformasi digital, seperti Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dan Sistem Implementasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) online melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kerja sama Asbanda dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai langkah konkret digitalisasi fiskal. Sistem ini akan memperkuat akuntabilitas, efisiensi, dan transparansi di tingkat desa sekaligus menjadi tonggak elektronifikasi transaksi pemerintah daerah,” tegasnya.

Selain itu, Direktur Fasilitasi Perencanaan Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Kemendagri, Bahri mengatakan, Kemendagri terus berupaya memfasilitasi pengelolaan keuangan desa berbasis transaksi non tunai, melalui aplikasi Siskeudes dengan aplikasi CMS Bank yang terus dikembangkan dengan versi teranyar.

Ia menyebut hingga saat ini terdapat 115 kabupaten/kota dan 11.070 desa yang telah menerapkan transaksi non-tunai berbasis aplikasi.

“Ini sebagai upaya mendukung implementasi transaksi non tunai, sehingga pajak dan transaksi dapat secara otomatis terinput dalam aplikasi Siskeudes dan menjadi alat pengambil kebijakan terkait pengelolaan keuangan desa,” ujarnya.

Berdasarkan data Kemenkeu, dana desa yang digelontorkan pemerintah sejak 2015 sampai 2025 tercatat mencapai Rp678,9 triliun.

Namun, Chairman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto, menyoroti sejumlah tantangan teknis dalam implementasi sistem digital desa. Mulai dari minimnya keterampilan perangkat desa dalam mengoperasikan aplikasi, keterbatasan perangkat komputer dan internet, hingga potensi serangan siber yang menyasar titik-titik lemah sistem.

“BPD secara IT sudah solid, tetapi ini dapat mengurangi kepercayaan pengguna terhadap sistem,” katanya.

Direktur Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus dan Keistimewaan Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Jaka Sucipta juga mengungkapkan terdapat 3.000 desa yang masih belum bisa mengakses Siskeudes karena keterbatasan jaringan.

Sebagai solusinya, pemerintah tengah mengembangkan Sistem Informasi Keuangan Desa Teman Desa (SIKD Teman Desa), yang menyasar desa-desa dengan keterbatasan akses telekomunikasi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya