Berita

Pertemuan Nasional (Pernas) VIII Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker)/Ist

Politik

Pernas 2025, Fokusmaker Siap jadi Motor Kaderisasi Muda Golkar

SABTU, 02 AGUSTUS 2025 | 12:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Fokusmaker) siap menjadi motor kaderisasi bagi anak-anak muda Partai Golkar.

Pesan itu disampaikan Ketua Umum Bakornas Fokusmaker, Ali Ghiffar saat membuka Pertemuan Nasional (Pernas) VIII Fokusmaker di Jakarta. 

Pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, menandai dimulainya rangkaian agenda strategis yang mempertemukan kader muda Fokusmaker dari seluruh Indonesia.


Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh senior Partai Golkar dan SOKSI, pimpinan organisasi kepemudaan (OKP) Partai Golkar serta OKP sahabat, dan para pengurus Bakorda Fokusmaker se-Indonesia.

Ali Ghiffar mengatakan bahwa Pernas kali ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan titik awal bagi Fokusmaker untuk lebih aktif mengeksekusi ide-ide anak muda yang sejalan dengan arah perjuangan SOKSI. 

“Momen ini sangat spesial. Fokusmaker harus tampil sebagai motor kaderisasi dan eksekutor gagasan strategis pemuda,” ujar Ali Ghiffar keterangan tertulis, Sabtu 2 Agustus 2025.

Sementara Ketua Umum Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun menyampaikan rasa bangga atas soliditas dan militansi kader muda Fokusmaker. 

“Kita menjadi saksi, bagaimana Fokusmaker mengambil bagian penting dalam agenda besar SOKSI dan Partai Golkar. Fokusmaker harus menjadi kawah candradimuka bagi kader muda yang ingin aktif dan berkontribusi,” kata Misbakhun. 

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus Bakornas Fokusmaker periode 2022-2025 atas dedikasi dan kerja nyata selama masa bakti mereka.

Fokusmaker merupakan organisasi konsentrasi dari Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) salah satu ormas pendiri Partai Golkar. 

Fokusmaker berfokus pada studi kekaryaan dimana organisasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berdiskusi, belajar, dan mengembangkan diri dalam konteks kekaryaan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya