Berita

Tari kolosal pada pembukaan Fornas VIII di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tampil di halaman Kantor Gubernur Provinsi/Ist

Nusantara

Tari Kolosal NTB Bakal Meriahkan Peringatan HUT Ke-80 RI di Istana

RABU, 30 JULI 2025 | 17:23 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Istana Kepresidenan mengundang Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menampilkan tari kolosal pada peringatan HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025 mendatang. 

Kepala Taman Budaya NTB Lalu Suryadi Mulawarman membenarkan mengenai kabar ini.

Lalu yang merupakan sutradara dan koreografer menyebut tari kolosal yang melibatkan 500 penari asal NTB memukau saat tampil dalam pembukaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII. 


"Setelah pembukaan Fornas, Mamiq Gubernur memang menjanjikan akan menampilkan tarian ini di Jakarta. Saya pikir tahun depan. Ternyata tadi beliau menghubungi saya dan mengabarkan bahwa kita akan tampil di Istana Presiden pada saat HUT RI dengan 200 penari," kata Lalu Suryadi dalam keterangan resmi pada Rabu, 30 Juli 2025.

Ia pun tidak menyangka undangan untuk tarian kolosal asal NTB datang secepat ini. 

"Bahkan surat undangan resmi dari Istana sudah diterima Pak Gubernur," ucapnya.  

Lebih lanjut, NTB diundang untuk menampilkan tari kolosal di Istana Presiden setelah membuat suguhan spektakuler tari  kolosal pada pembukaan Fornas VIII di NTB yang tampil di halaman Kantor Gubernur Provinsi NTB.

Konsep acara pembukaan tersebut mendapat pujian banyak pihak, termasuk Menko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan para tokoh yang hadir pada acara tersebut.

Menyikapi ini, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengapresiasi adanya undangan dari Istana Presiden. 

"Alhamdulillah, kita diapresiasi oleh Istana. Mohon doa supaya kita bisa tampil maksimal mewakili seluruh masyarakat NTB," katanya singkat.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya