Berita

Kemlu RI/Net

Global

RI Tekankan Pentingnya Pengakuan Tanpa Syarat atas Palestina, Sambut Langkah Inggris

RABU, 30 JULI 2025 | 14:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia menyambut baik rencana Inggris untuk mengakui Negara Palestina pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang. 

Namun, Indonesia menegaskan bahwa pengakuan tersebut seharusnya diberikan tanpa syarat.

Dalam unggahan di akun resmi Kementerian Luar Negeri RI di platform X pada Rabu, 30 Juli 2025, Indonesia menilai langkah Inggris merupakan kemajuan besar menuju keanggotaan penuh Palestina di PBB.


“Hampir seluruh Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB, kecuali satu, telah mengakui Negara Palestina. Hal ini merupakan kemajuan signifikan menuju keanggotaan penuh Palestina di PBB,” tulis Kemlu RI.

Lebih lanjut, Indonesia menegaskan bahwa hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara adalah hak fundamental yang tidak bisa dicabut oleh siapa pun.

"Hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara adalah hak yang tidak dapat dicabut menurut hukum internasional," tegasnya. 

Oleh sebab itu, Indonesia mendorong negara lain untuk mengikuti langkah Inggris mengakui Palestina, tetapi menilai pengakuan itu harus diberikan tanpa syarat apapun. 

"Pengakuan tidak boleh disertai syarat. Indonesia menyerukan kepada seluruh negara untuk mengikuti langkah Inggris dan memberikan pengakuan tanpa syarat kepada Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, dengan perbatasan tahun 1967 serta Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, sesuai dengan prinsip Solusi Dua Negara," jelas Kemlu RI. 

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa pemerintahannya siap mengakui Palestina sebagai negara dalam forum Majelis Umum PBB pada September. 

Namun, ia menekankan bahwa pengakuan akan diberikan jika Israel tidak memenuhi tiga syarat yakni membuka lebih banyak akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, menghentikan rencana aneksasi Tepi Barat, dan berkomitmen pada proses perdamaian jangka panjang berdasarkan solusi dua negara.

“Sebagai bagian dari proses menuju perdamaian ini, saya dapat mengonfirmasi bahwa Inggris akan mengakui negara Palestina oleh Majelis Umum PBB pada bulan September,” ujar Starmer dalam pidatonya di London.

Starmer menambahkan, pemerintah Inggris akan menilai implementasi langkah-langkah tersebut pada September mendatang. 

“Tidak ada yang akan memveto keputusan itu,” tegasnya.

Jika rencana tersebut terealisasi, Inggris akan menjadi negara Barat kedua di Dewan Keamanan PBB yang mengakui Palestina, setelah Prancis. 

Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya telah menegaskan dukungannya untuk pengakuan Palestina berdasarkan perbatasan sebelum perang 1967.

Langkah Inggris dan Prancis ini semakin memperdalam isolasi diplomatik Israel di tengah konflik berkepanjangan di Gaza, yang menurut laporan telah menewaskan lebih dari 60 ribu warga Palestina dan memicu bencana kemanusiaan besar-besaran.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya