Berita

Forum Group Discussion (FGD) soal ojek online yang digelar Kementerian Perhubungan/Ist

Nusantara

Perwakilan Ojol Tanpa Akun Bikin Ricuh FGD Kemenhub

JUMAT, 25 JULI 2025 | 23:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Forum Group Discussion (FGD) soal ojek online yang digelar Kementerian Perhubungan di Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Juli 2025, diwarnai kericuhan akibat sejumlah peserta yang mengaku perwakilan ojol namun tidak memiliki akun pengemudi aktif.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan instansi, lembaga, stakeholder dan komunitas ojol untuk mendiskusikan terkait permasalahan seputar ojek online seperti kenaikan tarif, bagi hasil, status kemitraan, dan lain-lain.. 

“Dari awal acara dimulai juga terlihat sudah tidak kondusif. Pihak korban aplikator belum apa-apa sudah banyak interupsi yang tidak jelas, apa lagi R4 dari mereka merasa tidak di undang untuk acara tersebut yang mana ternyata FGD itu merupakan agenda khusus untuk ojol bukan taksi online,” kata Humas Unit Respon Cepat (URC), Erna, lewat keterangan resminya, Jumat, 25 Juli 2025.


Ketua MOOSI, Danny Stephanus, mengecam lemahnya pengawasan panitia. Ia menyebut sejumlah oknum dari kelompok "korban aplikator" seperti Garda dan SPAI justru memicu keributan dan interupsi tak relevan.

“Lucunya, dari kubu korban aplikator malah memaksa untuk berbicara padahal tidak memiliki akun, ditambah lagi dia menyerukan agar seluruh pihak termasuk Kemenhub yang tidak memiliki akun untuk keluar ruangan. Wong kalau bicara otaknya dipakai dulu, masa yang punya acara disuruh keluar,” kata Danny keheranan.

Situasi memanas saat forum bubar, saat perwakilan URC dan Garda nyaris bentrok di luar hotel. Ratusan anggota URC berkumpul di tiga titik hingga polisi menurunkan dua kompi untuk meredam situasi.

URC yang selama ini dikenal fokus pada bantuan sosial bagi ojol, menyebut keterlibatannya di FGD sebagai sinyal serius atas kondisi dunia ojol yang dianggap semakin dipolitisasi.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya