Berita

Ilustrasi/Ist

Bisnis

Kopdes Merah Putih Jangan Matikan Pelaku UMKM

SENIN, 21 JULI 2025 | 13:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembentukan 80.081 Koperasi Desa (Kopdes) dan Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia pada Senin, 21 Juli 2025. Keberadaan Kopdes Merah Putih ini tentu membawa harapan besar bagi tumbuh dan berkembangnya ekonomi kerakyatan.

Khususnya keberadaan Kopdes Merah Putih ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sisi lain, pemerintah dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa terdapat berbagai macam jenis usaha yang dapat dijalankan oleh Kopdes Merah Putih, termasuk gerai sembako.

Terkait hal ini, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny berharap agar produk sembako di Kopdes Merah Putih dijual dengan harga yang kompetitif. 


Ia mengingatkan, perbedaan harga yang terlalu jauh berisiko mematikan usaha toko kelontong dan warung Madura yang berada di sekitar koperasi. 

“Itu yang nanti mengkhawatirkan pedagang-pedagang, kayak pengusaha toko kelontong, warung Madura,” ujar Hermawati dalam keterangannya, Senin, 21 Juli 2025. 
 
Menurut dia, Kopdes Merah Putih justru akan mematikan UMKM dengan hanya menggandeng pelaku industri besar. 

"Jika koperasi yang ada justru menjadi sentra distribusi produk dari pabrik besar, hal ini lantas dapat mematikan pelaku usaha, utamanya di sektor perdagangan, lantaran tidak mampu bersaing dengan usaha-usaha besar," jelasnya.

“Itu bisa menjadi daya saing yang nanti dampaknya pasti akan merugikan pelaku UMKM,” pungkasnya.

Prabowo memulai acara peresmian dengan menyerahkan secara simbolis surat keputusan Kopdes Merah Putih kepada lima perwakilan dari Provinsi Jawa Tengah. Sementara di layar monitor tampak sejumlah kepala daerah dan perwakilan pengelola kopdes dari seluruh Indonesia yang mengikuti acara secara daring. 

Sejumlah pejabat pemerintah yang hadir langsung di acara peresmian yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Koperasi Budi Arie, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

Kemudian ada Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subianto, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto, Ketua Komisi IV Titiek Soeharto, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.   

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Pemerintah Didesak Tetapkan Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Rabu, 02 September 2026 | 12:22

Anggaran Kementerian LH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp2,57 Triliun

Rabu, 02 September 2026 | 12:16

Film Animasi Terlaris China All Wishes Come True Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Rabu, 02 September 2026 | 11:56

Mahasiswa Indonesia Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Vladivostok

Rabu, 02 September 2026 | 11:53

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 11:49

Siaga 98 Minta RUU Perampasan Aset Fokus pada Perampasan Tanpa Pemidanaan

Rabu, 02 September 2026 | 11:38

Prabowo Tiba di Vladivostok, Penuhi Undangan Putin Hadiri EEF ke-11

Rabu, 02 September 2026 | 11:24

Komdigi Usul Tambahan Rp3,23 Triliun, DPR Ingatkan Ini

Rabu, 02 September 2026 | 11:19

Mending Persoalkan Kasus Judol Ketimbang Ribut Pernyataan Budi Arie

Rabu, 02 September 2026 | 11:17

AHY: Posisi Boleh Berubah, Komitmen Demokrasi Harus Terjaga!

Rabu, 02 September 2026 | 10:58

Selengkapnya