Berita

bjb Exportpreneur Volume 2/Ist

Bisnis

Dari Lokal ke Global: bank bjb Bekali UMKM Ilmu Ekspor

SABTU, 19 JULI 2025 | 10:28 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Program unggulan berupa bjb Exportpreneur Volume 2 kembali dihadirkan bank bjb dalam upaya memperkuat sektor ekonomi nasional melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif berkelanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (Pesar) yang selama ini diinisiasi untuk mendorong UMKM naik kelas dan memiliki daya saing ekspor.
 
bjb Exportpreneur Volume 2 ini diawali dengan penyelenggaraan seminar bertajuk "UMKM Naik Kelas: Mewujudkan Impian Ekspor Berkualitas" yang digelar di Kantor Cabang bank bjb Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis, 17 Juli 2025.


Seminar ini menghadirkan para narasumber ahli dari Kementerian Perdagangan serta para praktisi ekspor yang telah terbukti sukses di tingkat nasional maupun internasional.
 
Sebanyak lebih dari 200 peserta hadir, terdiri dari debitur Kredit UMKM bank bjb, UMKM binaan dari berbagai dinas Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor, serta komunitas pelaku usaha dan organisasi kewirausahaan wanita seperti IWAPI, GOW, dan Forum UMKM-IKM.

"Kegiatan ini diharapkan bukan hanya jadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga menjadi ruang konsultasi dan interaksi antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan, serta pemerintah sebagai regulator ekspor," kata Corporate Secretary bank bjb, Ayi Subarna, Sabtu, 20 Juli 2025.
 
Hadir sebagai pembicara utama, Sugih Rahmansyah selaku Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan, menjabarkan komitmen pemerintah dalam mempermudah regulasi ekspor bagi pelaku UMKM serta pentingnya pemilihan komoditas unggulan yang memiliki daya saing global.
 
Melengkapi sesi materi, Export Director PT Nusa Tropical Indonesia sekaligus Coach PPEJP, Pekik Warnendya membahas pentingnya upscaling bisnis UMKM agar mampu menembus pasar luar negeri dengan persiapan dan strategi yang tepat, termasuk aspek legalitas, kualitas produk, hingga strategi promosi digital.
 
Menariknya, sesi seminar ini juga menyuguhkan kisah sukses pelaku ekspor inspiratif dari Ibu Suryaningsih Wibowo, Executive Director PT Kultiva Indonesia Makmur. Ia membagikan pengalaman perjuangannya dari pelaku UMKM lokal hingga akhirnya berhasil mengembangkan produk pertanian organik ke pasar Asia dan Eropa.

Tidak hanya sebatas penyelenggara, bank bjb juga menyediakan fasilitas konsultasi terbuka (open table service) selama seminar berlangsung. Fasilitas ini memungkinkan pelaku UMKM bertanya langsung seputar layanan perbankan yang mendukung ekspor, termasuk pembiayaan, akses pasar, dan digitalisasi usaha.
 
Selain itu, peserta juga diberi kesempatan membawa contoh produk untuk memperoleh masukan langsung dari para narasumber. Hal ini bertujuan memberi insight langsung dari pelaku ekspor profesional mengenai potensi, kualitas, dan peluang produk tersebut di pasar ekspor.
 
Seminar ini merupakan pembuka dari rangkaian panjang bjb Exportpreneur Volume 2 yang akan berlanjut dengan serial pelatihan ekspor selama dua bulan, mulai dari September hingga Oktober 2025.
 
Kegiatan bjb Exportpreneur ini merupakan kelanjutan dari suksesnya bjb Exportpreneur Volume 1 pada tahun 2024. Saat itu, bank bjb berhasil menjaring 100 peserta pelatihan intensif dan memulai kegiatan dengan seminar pembuka yang dihadiri 200 pelaku usaha.

“Ini adalah bentuk nyata dari misi kami sebagai penggerak ekonomi daerah dan katalis pertumbuhan bisnis terutama para pelaku usaha di sektor UMKM,” kata Pemimpin Divisi Kredit UMKM bank bjb, bjb Exportpreneur, Bambang Kendra Senjaya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya