Berita

Joko Widodo atau Jokowi selaku presiden bersalaman dengan Nadiem Makarim CEO Go-Jek saat menghadiri peluncuran Go-Viet di Hotel Melia, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. Foto: Biro Pers Setpres.

Politik

Pengadaan Laptop Chromebook Diduga Kesepakatan Jokowi-Nadiem Jadi Menteri

JUMAT, 18 JULI 2025 | 08:02 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek diduga merupakan proyek yang digagas dengan tujuan agar Nadiem Makarim ditunjuk Joko Widodo (Jokowi) sebagai menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dikbudristek).

"Dari rangkaian peristiwa yang ada terlihat bisa jadi sudah ada deal antara Nadiem dan Jokowi. Cara kerja tim menggambarkan dengan jelas, tim yang dibentuk bisa jadi diarahkan Jokowi," kata Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi kepada RMOL, Kamis, 17 Juli 2025.

"Bahkan bisa jadi proyek ini menjadi salah satu alasan kuat ditunjuknya Nadiem oleh Jokowi sebagai menteri," tambahnya.


Hasil penyidikan Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap proyek yang berujung korupsi dan menyebabkan kerugian negara Rp1,9 triliun itu dirancang Nadiem sebelum resmi dilantik menjadi menteri oleh Jokowi. 

Kejagung mengungkap Nadiem Makarim sudah membuat grup WhatsApp "Mas Menteri Core Team" sebelum dilantik sebagai menteri oleh Jokowi. Dalam grup tersebut dilakukan pembahasan soal rencana program digitalisasi di Kemendikbudristek.

Setelah Nadiem diangkat menjadi menteri, proses pengadaan program digitalisasi pun berlanjut dengan total anggaran Rp9,98 triliun. Nadiem bertemu dengan pihak Google untuk membicarakan pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi di Kemendikbudristek.

Sistem operasi Chromebook dipaksakan Nadiem dipilih meski hasil kajian tidak efektif.

Selain itu di awal penunjukkan sebagai menteri sempat muncul banyak pertanyaan soal alasan Jokowi menunjuk Nadiem. Pasalnya Nadiem tidak mewakili partai politik manapun dan tidak memiliki latar belakangan yang kuat tentang pendidikan.

Muslim menilai Nadiem tidak bisa mengelak tidak terlibat dalam kasus proyek pengadaan laptop Chromebook yang berujung korupsi. Selain itu dia mendesak Kejagung harus segera memeriksa Jokowi.

"Kejaksaan harus panggil Jokowi dan Jokowi wajib hadir. Karena dalam kasus ijazah palsu Jokowi saja dapat hadir ke kepolisian," pungkas Muslim.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya