Berita

Tentara Suriah/Net

Dunia

Tentara Suriah Mundur dari Sweida usai Gencatan Senjata Disepakati

KAMIS, 17 JULI 2025 | 15:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

RMOL. Pasukan tentara Suriah mulai menarik diri dari kota Sweida pada Kamis, 17 Juli 2025, menandai dimulainya pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan pemimpin spiritual komunitas Druze di provinsi selatan tersebut. 

Kantor berita pemerintah SANA melaporkan bahwa penarikan tentara merupakan bagian dari perjanjian yang difasilitasi oleh otoritas negara dan tokoh agama setempat. 

Kesepakan ini juga menyusul pengumuman resmi dari Kementerian Dalam Negeri Suriah yang menyatakan bahwa gencatan senjata penuh telah disepakati, mencakup penghentian segera semua operasi militer dan komitmen semua pihak untuk mengakhiri permusuhan


Sebagai bagian dari kesepakatan, sebuah komite pemantau gabungan telah dibentuk, terdiri dari perwakilan pemerintah dan para syekh terkemuka dari komunitas Druze. Mereka akan mengawasi implementasi gencatan senjata secara langsung.

"Komite ini akan bertugas memastikan bahwa semua ketentuan perjanjian dijalankan dengan baik, termasuk pengawasan atas pos-pos pemeriksaan keamanan internal," ujar Pemimpin Druze Sheikh Youssef al-Jarbou dalam pernyataan resminya.

Pos-pos pemeriksaan baru akan ditempatkan di seluruh kota Sweida dan akan dijaga oleh petugas keamanan dari dalam provinsi, termasuk polisi lokal dan elemen keamanan nasional Suriah. 

Perjanjian tersebut menekankan pentingnya penghormatan terhadap kehidupan sipil, kesucian rumah pribadi, serta perlindungan terhadap properti publik dan pribadi.

Meski gencatan senjata telah diumumkan secara resmi, tidak semua pemimpin spiritual Druze mendukung langkah tersebut. Sheikh Hikmat al-Hijri, salah satu figur paling berpengaruh di komunitas tersebut, secara terbuka menolak kesepakatan.

"Dalam pandangan kami, pertempuran untuk mempertahankan Sweida harus terus berlanjut sampai provinsi ini benar-benar terbebas dari semua unsur kriminal," tegas al-Hijri. 

Ia juga menolak adanya negosiasi atau kesepakatan dengan kelompok-kelompok bersenjata yang mengklaim sebagai otoritas di wilayah ini.

Kesepakatan ini muncul setelah kota Sweida mengalami salah satu lonjakan kekerasan paling intens dalam beberapa tahun terakhir, yang mengganggu pemerintahan lokal dan menyebabkan korban jiwa. 

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) menyebut sedikitnya 21 warga Druze menjadi korban eksekusi singkat oleh tentara Suriah. 

Secara keseluruhan, lebih dari 240 orang dilaporkan tewas sejak awal kekerasan, termasuk 92 warga Druze dan 138 pasukan pemerintah.

Pemerintah Suriah memandang keberhasilan gencatan senjata ini sebagai langkah menuju stabilisasi kawasan selatan yang strategis dan sensitif secara politik.

Namun, perbedaan pandangan di antara pemimpin komunitas Druze menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian jangka panjang masih dipenuhi tantangan, terutama jika tidak ada konsensus internal yang kokoh di dalam kelompok masyarakat itu sendiri.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya