Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/RMOL

Politik

Sekolah Rakyat Sarana Memutus Rantai Kemiskinan

SENIN, 14 JULI 2025 | 07:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat di Sentra Antasena, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sekolah ini merupakan bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.

Sekolah Rakyat di Sentra Antasena telah selesai direnovasi dan siap menampung sekitar 100 siswa, terbagi rata antara siswa laki-laki dan perempuan. 


Fasilitas yang tersedia mencakup empat ruang kelas, asrama putra dan putri, ruang makan, laboratorium, dan ruang komputer.

“Ini adalah program strategis Bapak Presiden Prabowo Subianto, di mana Kementerian Sosial menentukan lokasi-lokasi yang dianggap sangat membutuhkan kehadiran Sekolah Rakyat yang gratis bagi masyarakat kurang mampu. Jadi ini untuk anak-anak kita yang memang berasal dari keluarga yang kurang mampu,” jelas Menko AHY seperti dikutip redaksi, Senin, 14 Juli 2025.

Dengan luas lahan sekitar 2,3 hektare, sekolah ini dinilai memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan ruang yang memadai untuk menunjang aktivitas positif siswa, termasuk lapangan basket dan lapangan tenis. 

Renovasi sekolah dilakukan dengan anggaran sekitar Rp4,2 miliar, termasuk pengadaan tempat tidur, meja, dan perlengkapan mebel lainnya.

Menko AHY menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah diharapkan menjadi solusi nyata dalam upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Prinsipnya adalah kita ingin Sekolah Rakyat ini benar-benar menjadi sarana untuk memutus rantai kemiskinan. Anak-anak kita berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.

Peluncuran Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari program nasional yang secara serentak akan membuka 63 sekolah di berbagai daerah pada 14 Juli 2025. 

Setiap sekolah ditargetkan menampung sekitar 100 siswa di empat kelas, dimulai dari kelas 10 atau tingkat pertama jenjang sekolah menengah atas.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya